batampos.co.id – Kepala Kantor Imigrasi kelas I Batam, Teguh Prayitno mengaku telah mendapatkan informasi desas-desus percaloan urus paspor.

Namun, ia belum bisa menyimpulkan kebenaran informasi tersebut dan berjanji akan mencari tahu kebenaran praktik percaloan tersebut.

“Memang saya mendengar bahwa mereka beli joki. Katanya begitu, cuma saya belum cek benar apa tidaknya. Sejauh ini saya akan tetap memperhatikan keluhan masyarakat,” katanya.

Teguh Prayitno mengatakan dalam satu hari kantor Imigrasi Batam hanya diberikan kuota oleh Direktorat Jendral (Dirjen) Imigrasi pusat sebanyak 300 pemohon pembuatan paspor dan tidak boleh lebih dari angka itu.

“Namun animo masyarakat mungkin bertambah lebih dari 300, makanya mereka pada saat antri berebut agar bisa mendapatkan nomor antrian. Karena, kalau sudah sampai 300 kita tutup,” ujarnya.

Untuk itu, jalan satu-satunya agar tidak terjadi membeludaknya antrian warga untuk mengurus paspor dan timbulnya praktik percaloan, menurut Teguh Imigrasi memerlukan Unit Layanan Pasport (ULP) yang harus terpisah dari kantor Imigrasi.

“Namun tentunya itu butuh biaya, butuh perlengkapan, butuh regulasi ijin dari pusat. Kami sudah ajukan, dan dalam waktu dekat mudah-mudahan disetujui. Selain itu, kita sudah membentuk tim ULP untuk mencari tempat dan mencari anggran dengan minta dari pusat. Secepatnya akan kita laksanakan,” jelasnya.

Setelah nantinya ULP itu terbentuk, ada dua harapan dari Teguh. Pertama, pelayanan permohonan paspor nantinya bisa terpecah dan tidak bertumpuk di kantor Imigrasi Kelas I Batam. Kemudian yang kedua, ia berharap adanya penambahan pegawai imigrasi yang masih jauh dari kata ideal.

“Kami meminta penambahan pegawai. Seperti kita ketahui, untuk mencetak pegawai untuk lima tahun ini di hentikan. Kendala itu tetap akan kita carikan solusinya. Menurut saya, idealnya itu 250 sampai 300 pegawai,” katanya.

Teguh menambahkan, Imigrasi Kelas I Batam kedepannya akan terus berinovasi untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

“Yang pastinya saat ini kimi butuh ULP,” imbuhnya. (cr1)

Respon Anda?

komentar