Ilustrasi

batampos.co.id – Chua Lian Soo (WN Singapura), 63, menikahi Sri Kusuma Wati, 51.

Demi alasan libido Soo mengaku menggunakan sabu bersama istrinya untuk membangkitkan gairah dalam berhubungan intim.

“Teman di Singapura cakap kalau pakai sabu bisa lebih bernafsu,” ujar pria berusia 63 tahun ini.

Mempercayai hal itu, dua bulan sebelum aksinya diketahui polisi, sepasang kakek-nenek ini mulai memakai sabu meski tidak rutin.

“Saya kerja bawa lori di Singapura. Jumat sampai Minggu baru di Batam jumpa istri. Kadang kalau pengen baru minta carikan itu (sabu),” terangnya.

Sri meminta tolong Hadianto alias Anto, agar mencarikan sabu dengan harga Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu.

“Saya tak tahu dapat darimana. Kasih uang ke Anto, dia pergi cari. Kalau dapat pakai sama-sama, bong-nya punya Anto,” lanjut Soo.

Sri sendiri mengaku hanya mengikuti keinginan suaminya.

“Katanya lebih bernafsu, ya saya ikut saja,”ujar Sri. “Nyatanya benar.”

Pernyataan itu pun mengundang tawa pengunjung sidang.

Ya, kisah diatas ialah kisah dari persidangan yang menghadirkan Sri Kusuma Wati, sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (9/3).

Adapun saksi yang dihadirkan tak lain adalah suami terdakwa Chua Lian Soo yang sudah divonis penjara lebih dulu.

Sidang ini dipimpin oleh Hakim Mangapul Manalu.

Mereka ditangkap di rumahnya di perumahan Sakura Permai, Batuampar, September 2016 lalu.

Soo dan Sri usai memakai sabu yang dibeli seharga Rp 200 ribu.

Anto juga ditangkap bersamaan dengan pasutri itu. Barang bukti yang ditemukan berupa sabu seberat 0,35 gram dan dua buah bong (alat penghisap sabu).

Mengenai status, saksi yang merupakan warga negara asing langsung dikenakan pidana penjara tanpa rehabilitasi, dan telah divonis penjara empat tahun lebih. Sedangkan istrinya (terdakwa) dan Anto, saat ini menjalani rehabilitasi di RS Rehabilitasi BNNP Kepri, Nongsa.

Sri mengaku menyesali perbuatannya itu. Selanjunya, sidang terdakwa kembali digelar pekan depan. (nji)

Respon Anda?

komentar