batampos.co.id – Menko Polhukam Wiranto mengatakan, pencanangan gerakan pembangunan terpadu kawasan perbatasan (Gerbangdutas) adalah keseriusan pemerintah tahun 2017 ini. Bahkan dalam pencanangan mengalokasikan dana sebesar Rp 17 triliun untuk bangun perbatasan.

Alokasi dana tersebut disebar di 26 Kementerian dan Lembaga, dan disasar dalam pembangunan kawasan perbatasan dari sabang hingga Meroke. Sasarannya menyesuaikan kebutuhan wilayah, mulai kebutuhan pokok, sandang pangan, infrastrukturm fasilitas publik hingga sarana prasarana Pemerintah.

Untuk Kepri kata Wiranto, tahun 2017 ini dialokasikan sebesar Rp 1,6 triliun lebih dibagi dalam lima Kabupaten dan kota. Alokasi dana tersebut, untuk Natuna sebesar Rp 470,657 miliar, Batam sebesar Rp 296,698 miliar, Bintan sebesar Rp 158,848 miliar, Anambas sebesar Rp 168,177 miliar, dan Karimun sebesar Rp 162,621 miliar.

Sasaran alokasi anggaran diantaranya, untuk pertahanan, Polri, pertanian, koperasi UKM, perindustrian, perdagangan, pariwisata, kelautan dan perikanan, PUPR, Perhubungan, Kominfo, ESDM, Pendidikan, Kesehatan, dalam negeri, sosial dan agama.

Pencanangan Gerbangdutas ini kata Wiranto, diharapkan kerjasama seluruh elemen masyarakat. Baik Pemerintah Pusar dan Daerah, Gubernur dan Bupati. Sebaliknya tidak mutlak hanya diserahkan urusannya pada pemerintah Pusat atau hanya menjadi urusan Pemerintah Daerah.

“Program yang sudah dicanangkan semua lembang terkait, bersama-sama diawasi pelaksanaannya,” Wiranto.

Pencanangan Gerbangdutas tahun 2017 kata Wiranto, adalah pemerataan pembangunan seluruh wilayah perbatasan tanah air. Gerbangdutas merupakan program sinkronisasi kementerian dan lembaga.

Dengan tiga konsep dalam Gerbangdutas tahun 2017. Yakni pembangunan pertahanan wilayah perbatasan, pemerataan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan. Tiga konsep ini mendasari pembangunan daerah pinggiran.

Bicara pertahanan, pergelaran pasukan dan penambahan TNI sudah semakin merata diwilayah perbatasan, agar negara lebih siaga terhadap ancaman dari luar.

Sementara pemerataan kesejahteraan, melalui konsep pembangunan infrastruktur terus dilaksanakan. Baik pembangunan menyangkut pelayanan publik.

Dalam sambutan Presiden kata Wiranto, pembangunan perbatasan tidak hanya sekedar membangun pos lintas batas. Tidak hanya terpaku pada fisik pos tersebut. Tetapi adalah harkat dan martabat bangsa di mata negara tetangga. Ada kesenjangan kesejahteraan dimasa lalu di perbatasan, sehingga tidak terjadi perbedaan yang mencolok dan daerah kumuh, miskin. Tetapi membalikkan posisi itu, menjadi daerah yang cukup menjanjikan.

“Perbatasan harus lebih hebat dari negara tetangga. Saat ini ada 7 pos lintas batas, dan tahun ini akan ditambah menjadi 9 pos lintas batas. Gerbangdutas ini jangan sampai membuat kondisi perbatasan lebih buruk dari negara tetangga, dan itu adalah martabat bangsa ke depannya,” ujar Witanto. (arn)

Respon Anda?

komentar