Kekasihku Cewek Panggilan

2598
ilustrasi

batampos.co.id – Ini kisah Noprizal dengan kekasihnya Rizal Lena alias Ayuk. Nop mencintai Ayuk.

Namun… pengakuan Ayuk tentang pekerjaannya membuat Nop gelap mata.

“Saya SMS sore, dia masih kerja. Malam, masih kerja juga. Hingga tengah malam, dia balas baru selesai layani tamu,” ujar Noprizal, Kamis (9/3).

Melihat balasan pesan singkat (SMS) itu, Nop emosi. Ia sudah berniat untuk menghabisi korban dengan membawa pisau dapur dari rumahnya, menuju Hotel Istana tempat korban berada.

Tepat di kamar 303, terdakwa dan korban bertemu.

“Saat datang, saya lepas jaket. Pisau ada dibalik jaket itu. Saya tanya Ayuk kenapa tega berhubungan dengan pria lain. Ayuk malah merayu saya lalu kami berhubungan badan,” terang Nop.

Singkat cerita kelar sudah asyik-masyuk itu.

Keduanya pun berbincang lagi.

“Saya tanya lagi, sebenarnya kamu kerja apa? Dia jawab pekerjaannya cewek malam,” papar Nop.

Mendengar jawaban yang membuatnya semakin emosi, terdakwa langsung mengeluarkan pisau dan menikam dada sebelah kiri Ayuk.

Sempat terjadi perlawanan hingga pisau terlepas dari tangan terdakwa. Namun pisau kembali didapat, Nop menikam paha kiri korban.

“Kemudian dia saya seret ke kamar mandi dan kepalanya kebentur pipa hingga tak sadarkan diri,” ucapnya.

Nop bergegas untuk menghilangkan jejak dengan melepas celana jins yang dikenakannya karena terkena darah.

Keluar dari kamar 303, Nop mengenakan celana pendek dan membawa dua buah ponsel milik Ayuk.

“Dari hari kejadian sampai ditangkap, saya mengurung diri di rumah,” sebutnya lagi.

Dengan segala perbuatannya itu, Nop mengaku menyesal.

“Saya menyesal, dia baik,” tutur pria yang jauh lebih muda dari korban.

Kini Noprizal alias Ata duduk di kursi terdakwa dalam perkara pembunuhan. Ya, ia didakwa membunuh wanita yang dikencaninya kurang lebih satu tahun.

Kisah pilu ini ia ungkap dalam sidang beragendakan pemeriksaan terdakwa, Kamis (9/3) di pengadilan negeri Batam. Noprizal menceritakan awal mula kejadian nahas pada November 2016 lalu, itu.  (nji)

Respon Anda?

komentar