batampos.co.id – Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Bintan telah menyediakan alokasi dana melalaui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2017 sebesar Rp 5,5 miliar. Dana itu akan digunakan untuk membantu aktivitas nelayan dalam meningkatkan kesejahteraan taraf hidupnya.

“Kami sudah sediakan APBD sebesar Rp 5,5 miliar untuk nelayan. Dana itu akan digunakan untuk pengadaan berbagai alat yang dibutuhkan nelayan Bintan,” ujar Kepala DKP Bintan, Fachrimsyah ketika dikonfirmasi, Jumat (10/3).

Pengadaan berbagai alat khusus nelayan seharga Rp 5,5 miliar itu, kata Fachrim, untuk membeli empat unit kapal berbahan kayu berkapasitas lima Gross Tone (GT), tujuh unit kapal berbahan kayu dan fiber berkapasitas tiga GT, dan 50 unit kapal berbahan fiber berkapasitas satu GT.

Kemudian, lanjut Fachrim, juga dibeli kelong apung sebanyak sembilan unit dan berbagai jenis alat tangkap ikan. Semua pengadaan itu, masih Fachrim, akan diserahkan kepada nelayan yang berada di sembilan kecamatan yang wilayahnya memiliki perairan.

“Kami masih ferivikasi nelayan disembilan kecamatan yang menerima bantuan itu. Terkecuali Kecamatan Toapaya yang wilayahnya tidak memiliki lautan. Namun mereka akan kami berikan bibit ikan serta modal usaha untuk membudidayakan ikan air tawar,” bebernya.

Ditanya jumlah nelayan yang akan mendapatkan bantuan tersebut, Fachrim menjelaskan untuk kapal berkapasitas 5 GT akan diserahkan perkelompok. Dalam satu kelompoknya terdiri dari lima orang sehingga bantuan lima kapal itu digunakan oleh lima kelompok atau 25 orang.

Kemudian bantuan kapal berkapasitas tiga GT akan diserahkan perkelompok juga. Namun dalam satu kelompok hanya terdiri dari tiga orang. Sehingga tujuh unit bantuan kapal itu digunakan tujuh kelompok atau 21 orang. Begitu juga dengan kelong apung akan diserahkan kepada sembilan kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari lima orang sehingga yang menggunakan sembilan kelong apung itu sebanyak 45 orang.

“Kalau kapal satu GT akan diserahkan untuk perorang saja. Jadi 50 unit bantuan kapal itu akan digunakan untuk 50 orang juga,” jelasnya.

Bantuan tersebut, sambung Fachrim, sangat bermanfaat besar bagi nelayan di kabupaten ini. Sebab hasil ikan tangkap mereka akan bertambah banyak. Dengan begitu keuntungannya juga melonjak sehingga kesejahteraan hidup mereka akan terus meningkat

Diantaranya, hasil ikan tangkap pada 2012 mencapai 41.228 ton pertahun dan 2013 hasil ikan tangkap mencapai 49.339 ton pertahun. Kemudian 2014 hasil ikan tangkap naik menjadi 60.242 ton pertahun dan 2015 hasil ikan tangkap kembali naik sebanyak 71.397 ton.

“Untuk 2016 hasil ikan tangkap menembus diangka 85.873 ton pertahunnya. Dengan kenaikan hasil tangkap ikan otomatis keuntungan yang diperoleh nelayan ikutan naik. Mereka bisa meraup penghasilan dari Rp 700 ribu perminggu sampai Rp 20 juta perminggunya,” ungkapnya. (ary)

Respon Anda?

komentar