Ilustrasi

batampos.co.id – Yohanes Patrich Oeleu, 23, pengendara motor Yamaha Mio Soul BP 54XX TJ Warna hitam, tewas di tempat, usai dilindas lori Toyota Dyna BK 91XX PI, yang dikemudikan Rusliyadi, 48, di Jalan Wr Supratman kilometer 12, Sabtu (11/3) sekitar pukul 16.20 WIB.

Sepeda motor yang dikendarai korban terseret sejauh kurang lebih 80 meter.

Informasi yang dihimpun, kecelakaan lalu lintas tersebut berawal ketika truk pengangkut pasir tersebut berjalan dari arah simpang Tugu Tangan di kilometer 13 hendak menuju ke simpang Trafight Light kilometer Delapan.

Namun, nahas setibanya di kilometer 11 depan kolam renang Hanaria, truk tersebut menabrak motor yang dikendarai korban.

Pantauan di lapangan, ratusan warga yang hendak melintas jalan WR Supratman berkerumunan menyaksikan kejadian kecelakaan lalulintas tersebut. Tidak lama berselang, jenazah korban tewas itu pun dievakuasi oleh petugas Polantas Polres Tanjungpinang dan petugas dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Thabib ke kamar mayat.

Salah seorang warga yang membuka bengkel tak jauh di lokasi Laka Lantas tersebut, Anton, dirinya tidak mengetahui pasti awal kecelakaan tersebut. Ia mengetahui ketika mendengar suara benturan yang sangat keras.

“Saya lagi tiduran di warung saya, tiba-tiba mendengar suara tabrakan. Makanya saya keluar dan melihat motor itu berada di bawah kolong lori,”ujar Anton, yang ditemui di lokasi kejadian.

Sementara itu, salah seorang kerabat korban, Winarti, 38, mengatakan dirinya saat itu melintas di lokasi kecelakaan tersebut. Ia pun, kaget melihat helm yang berada ditepi jalan itu. Karena helm tersebut milik korban yang tinggal di rumahnya di Perumahan Bukit Galang Permai.

“Dia (korban) tinggal ditempat kami, karena dia sedang kumpulkan uang untuk pulang kampung, karena istrinya disana. Dia tinggal sama kami sejak dua bulan lalu,”ujar Winarti yang ditemui di RSUD.

Dikatakan Winarti, korban bekerja sebagai juru parkir di Akau Potong Lembu. Sepeda motor yang digunakan korban milik suaminya yang dipinjamkan karena tidak perlu menggunakan angkutan umum untuk menghemat pengeluarannya.

“Memang sebelum dia pergi kerja tadi, saya lihat ada yang berbeda. Biasanya dia tak pernah pakai helm, tapi hari ini ia pakai helm. Tadi saya sempat bilang sama dia, pulang kerja nanti untuk memperbaiki mesin cuci,”kata Winarti.

Sedangkan kecelakaan lalulintas yang menimpanya kerabatnya itu, Winarti menyebutkan, diketahui dirinya ketika ia bersama suaminya berangkat dari rumah dan melihat kerumunan warga di jalan raya tempat korban terbaring kaku. Ia pun kaget setelah mengetahui bahwa korban kecelakaan tersebut kerabatnya.

“Saya tahu nya pas lihat topi yang sering dipakainya itu. Saya tidak menyangka kalau dia yang ditabrak truk itu. Sore itu dia mau pergi kerja di Akau Potong Lembu,”ucapnya.

Sementara itu, salah seorang kerabat lainnya, mengatakan bahwa keluarga Yohanes yang berada di Kupang sudah diberi kabar tentang kejadian ini.

“Kami sudah kasih tahu kejadian ini, karena istrinya sudah dulu pulang ke Kupang,” tutur lelaki berbadan tegap itu.

Terpisah, Kanit Laka Lantas Polres Tanjungpinang,  Iptu Samsul Bahri, mengatakan pihaknya mengetahui adanya kecelakaan tersebut dari laporan masyarakat. Pihaknya pun langsung turun ke lokasi untuk mengevakuasi korban dan melakukan olah TKP dan mencari informasi terkait kecelakaan tersebut.

“Berdasarkan keterangan saksi, truk itu berjalan dengan kecepatan tinggi. Sesampainya di TKP, truk itu remnya blong dan menabrak serta menyeret motor yang dikendarai korban itu,”ujarnya.

Dikatakan Samsul, pihaknya pun saat ini masih memintai keterangan sejumlah saksi lainnya dan juga pengendara truk tersebut untuk mengetahui penyebab pasti hingga terjadinya kecelakaan.

“Kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut sudah kami amankan di Polres Tanjungpinang guna proses hukum lebih lanjut,”pungkasnya.(ias)

Respon Anda?

komentar