Antisipasi Hal yang Tak Diinginkan, ATB Bekali Karyawannya Pelatihan Fire Drill


Suasana pelatihan penanggulangan bahaya kebakaran yang digelar oleh PT Adhya Tirta Batam (ATB). Dalam kegiatan tersebut puluhan karyawan dari berbagai bagian dan divisi dilibatkan.

PT Adhya Tirta Batam (ATB) terus mengoptimalkan sistem manajemen K3.

Melalui departemen QHSE, ATB memberikan pelatihan fire drill kepada unit tanggap darurat.

“Kegiatan pelatihan ini sebagai bentuk komitmen peningkatan K3 khususnya fire drill yang di pusatkan di IPA Duriangkang, komitmen ini memastikan semua orang yang ada di lokasi kerja ATB memahami tindakan yang dilakukan agar timbul rasa aman,” ujar Manager QHSE ATB, Roni Hartawan, Senin(13/3).

Menurutnya, pelatihan yang digelar selama dua hari dengan diikuti puluhan peserta ini, diisi dengan pembekalan teori dan praktek penggunaan alat pemadam api ringan (Apar), dan teknik pemadaman api. Dimana masing-masing peserta mendapat kesempatan melakukan teknik pemadaman api ringan.

“Semua peserta dilibatkan dalam pelatihan penanggulangan identifikasi dan penanggulangan kebakaran, dibawah bimbingan instruktur berpengalaman dan senior di bidang K3, dengan tujuan ilmu yang dilaksanakan bisa tercapai dan tim unit tanggap darurat bisa melaksanakan tugas dan mencegah apabila terjadi kebakaran,” ujarnya.

Bagian dari komitmen tersebut, ATB membentuk tim tanggap darurat (Emergency Response Team). Tim tanggap daruratnya terdiri dari beberapa bagian mulai dari ketua tim tanggap darurat, ketua tim pencegahan kebakaran, ketua tim P3K, Ketua tim penanggulangan kebocoran kimia.

“Terdapat 13 unit tanggap darurat yang telah disiapkan yang berada di lingkungan kerja ATB. Unit tersebut meliputi kantor Pusat Sukajadi, semua Instalasi Pengolahan Air (IPA), tanki reservoir Ozon, kantor cabang pelayanan, serta IPA Mukakuning,” tambah Roni.

Menunjang unit tanggap darurat tersebut ATB telah melakukan penerapan Sistem Manajemen K3. Bahkan ATB telah melengkapi dan memperbaiki fasilitas kerja untuk semua instrumen yang berhubungan dengan K3, serta membangun sistem manajemen agar sesuai dengan persyaratan perundang-undangan.

“Setelah jalan sistem tersebut, ATB fokus pengembangan setiap individu karyawan sebagai pelaku utama pelaksanaan sistem manajemen K3 pada perusahaan,” jelas Roni .

Tidak hanya itu, ATB menyiapkan program-program pengembangan untuk individu karyawan seperti pelatihan K3 sebagai perlindungan kerja di perusahaan.

“Hal ini yang mendasari ATB lakukan pelatihan terhadap semua anggota unit tanggap darurat,” tambahnya.

Program peningkatan K3 yang dijalankan ATB juga mengacu kepada PP 50 tahun 2012 mengenai SMK3 berkenaan dengan sistem pengelolaan tanggap darurat.

Sejalan juga dengan OHSAS 18001 2007 berkenaan dengan emergency respon team dan sesuai dengan prosedural internal K3 ATB tentang tanggap darurat ATB-HSE-006. (rilis).

Respon Anda?

komentar