Ketika Istana Presiden Berhantu, Presiden pun Pindah

298

batampos.co.id – Presiden Brasil Michel Temer memilih hengkang dari Istana Kepresidenan di Brasilia yang super mewah.

Alasannya, menurut Temer, Istana Alvorada itu angker dan banyak hantunya.

Keputusan Temer untuk pindah dari Alvorada mengejutkan banyak pihak pada akhir pekan lalu. Bersama istri dan putranya yang berusia tujuh tahun, dia memilih pindah ke istana wakil presiden, yang juga mewah namun berukuran lebih kecil.

Alvorada tidak seperti layaknya istana kepresidenan yang lazimnya tampak seperti bangunan tua dan klasik. Memiliki arti “senja”, Istana Alvorada yang telah dibangun sejak 1957 mengalami konstruksi total pada 2005, menjadi bangunan modern yang dilengkapi dengan kolam renang besar, lapangan sepak bola, gereja dan pekarangan yang luas.

Bagi banyak orang, Alvorada adalah rumah impian. Tapi tidak bagi Temer yang menjabat presiden pada Agustus 2016 setelah Dilma Rousseff dimakzulkan.

“Saya merasakan sesuatu yang aneh di sana. Saya tidak bisa tidur sejak malam pertama, energinya tidak baik,” kata Temer seperti diberitakan AFP.

Menurut media lokal, istri Temer, Marcela bahkan pernah memanggil pendeta untuk melakukan pengusiran roh jahat di istana itu. Tapi mereka masih saja gelisah, tidak tenang tidurnya.

“Marcela juga merasakannya. Hanya Michelzinho (putra Temer), yang lari-lari dari ujung ke ujung, dia suka,” tutur Temer.

“Kami kemudian berpikir: Apakah ada hantu?” lanjut dia lagi.

Mereka sekeluarga kemudian pindah ke istana wakil presiden, Jaburu, yang terletak tidak jauh dari Alvorada. Temer sekeluarga memang sebelumnya tinggal di istana ini.

Sebelum menjabat presiden, Temer adalah wakil presiden Rousseff.

Istana Jaburu masih kosong karena belum ada yang mengisi posisi wakil presiden Brasil.

Temer bukan kepala negara satu-satunya yang menghindari istana presiden karena ketakutan. Rodrigo Duterte ternyata sejak menjabat presiden Filipina tahun lalu juga tidak tinggal di istana presiden karena mengaku kerap melihat hantu. (AFP/ari/jpgroup)

Respon Anda?

komentar