Paling Lambat 9 Mei Pilpres

324
Warga Seoul, Korsel, menghelat doa bersama untuk keselamatan bangsa. (Reuters)

batampos.co.id – Dalam tempo 60 hari mendatang Korea Selatan harus memiliki seorang presiden baru.

Komisi Pemilu Nasional Korsel memiliki tugas mendadak. Mereka harus menggelar pemilu presiden (pilpres) 60 hari setelah keputusan pemakzulan Park Geun-hye. Paling lambat 9 Mei mendatang.

Beberapa nama yang menginginkan kursi bekas Park langsung mencuat ke permukaan. Salah satu yang memiliki peluang besar adalah Moon Jae-in, rival Park dalam pemilu 2012. Dia kalah hanya dengan selisih 3,6 persen suara.

Berdasar survei Realmeter, Moo merupakan kandidat yang paling diunggulkan. Dukungan untuk Moo mencapai 36,1 persen. Disusul Perdana Menteri (PM) sekaligus Plt Presiden Hwang Kyo-ahn di posisi kedua dengan 14,2 persen. Sebagai orang kepercayaan Park, Hwang memang kurang disukai. Mantan Sekjen PBB Ban Ki-moon yang sebelumnya digadang-gadang untuk menggantikan Park memilih tak ikut mencalonkan diri.

Moo adalah mantan anggota pasukan khusus. Dia juga merupakan aktivis pro demokrasi serta pengacara pembela HAM. Capres yang diusung Partai Demokrat tersebut berjanji untuk mengekang para chaebol dari perekonomian Korsel. Chaebol adalah sebutan untuk para konglomerat. Mereka merupakan penguasa perekonomian di Korsel.

Meski diunggulkan, para analis menganggap Moo kurang layak. ”Kecerdasan berpolitiknya kurang. Dia terlalu lembut untuk mengatasi permainan kotor di dunia politik,” tegas Park Kie-duck.

Moo dinilai terlalu baik pada Korea Utara (Korut) yang menjadi musuh bebuyutan Korsel. Desember lalu, dia sempat menyatakan akan mengunjungi Pyongyang jika terpilih sebagai presiden.

Menurut dia, mengurangi ketegangan dengan Korut merupakan masalah yang mendesak. Sikap Moo tersebut mungkin berhubungan dengan masa lalunya. Orang tuanya adalah warga Korut yang membelot ke Korsel saat perang Korea berkecamuk.

Memperbaiki hubungan dengan Korut tentu tidak mudah. Moo hanya memiliki sedikit pilihan. Yaitu, lewat opsi diplomatik, militer, dan isolasi. Park lebih banyak menggunakan opsi ketiga. Sangat mungkin, Moo akan mengambil opsi pertama.

Alumnus Kyung Hee University tersebut berkali-kali ditangkap pada masa kepemimpinan Park Chung-hee. Ayah Park Geun-hye tersebut terkenal sebagai diktator dan berkuasa selama 18 tahun. Moo dan kawan-kawannya adalah aktivis yang kerap turun ke jalan. Dia berkenalan dengan Roh Moo-hyun saat masih menjadi pengacara. Akhirnya, Roh menjadi presiden untuk mengantikan Park Chung-hee.

Moo sempat menjadi kepala staf pada masa kepemimpinan Roh. Kasus korupsi juga sempat menghampiri Roh. Namun, belum diproses, Roh lebih dulu bunuh diri. ”Terlepas dari skandal itu, Moo tidak terlibat dalam dugaan korupsi maupun penyalahgunaan kekuasaan,” ujar profesor ilmu politik di Seoul National University Kang Won-taek. Dengan kata lain, dia bersih.

Di sisi lain, Hwang memastikan bahwa pilpres akan berjalan lancar. Dia meminta penduduk tenang. Hal senada diungkapkan Kepala Komisi Pemilu Nasional Kim Yong-deok. Dia khawatir perbedaan antara kubu pro dan anti-Park akan membuat situasi memanas. Meski begitu, dia menegaskan bahwa pilpres akan berlangsung dengan jujur dan adil. (AFP/Reuters/sha/c16/any)

Respon Anda?

komentar