Jawa Pos Group Kerja Sama dengan UNICEF

324
Pesona Indonesia
Presiden Direktur Jawa Pos Koran Azrul Ananda (kiri) menyerahkan plakat kerjasama kepada Kepala Perwakilan UNICEF Indonesia Gunilla Olsson (kanan) usai penandatanganan nota kesepahaman antara Jawa Pos Group dan UNICEF Indonesia di Kantor UNICEF, Jakarta, Selasa (14/3/2017).
Kerjasama Jawa Pos dan UNICEF Indonesia akan fokus terhadap program yang berkaitan dengan anak dan perempuan di Indonesia.
Foto: Imam Husein/Jawa Pos

batampos.co.id – Jawa Pos Group (JPG) bekerja sama dengan United Nations Children’s Fund (UNICEF).

Dengan jaringan media paling luas di tanah Air, JPG dan UNICEF percaya kerja sama yang mereka tanda tangani Selasa (14/3) bakal bermanfaat banyak.

CEO JPG Azrul Ananda mengungkapkan, dirinya sangat senang dengan kerja sama antara JPG dengan UNICEF. Sebab, keduanya punya misi sama. Yakni memberikan ruang dan kesempatan untuk generasi muda. ”Filosofi Jawa Pos sendiri adalah power of youth. Jadi, yang utama adalah anak muda dan lebih jauh anak-anak,” ungkap Azrul diwawancarai usai menandatangani perjanjian kerja sama di kantor UNICEF Indonesia, Jakarta, kemarin.

JPG bakal menggunakan jaringan medianya mereka untuk menjalankan misi yang berorientasi pada kebutuhan anak dan perempuan. Menurut Azrul, itu perlu dilakukan mengingat data UNICEF menyebutkan bahwa pertumbuhan 37 persen anak Indonesia tidak sesuai harapan.

”Di beberapa daerah bahkan sampai 70 persen lebih,” jelas dia. Untuk itu, JPG mengambil sikap untuk turut bergerak bersama UNICEF.

Kontribusi JPG terhadap generasi muda selama ini memang sudah banyak. Mereka memiliki banyak program yang berjalan konsisten.

”Kalau JPG bekerja sendirian mungkin ada dampaknya. Tapi, kalau bekerja sama dengan UNICEF dampaknya lebih besar lagi,” terang Azrul. Pascapenandatanganan perjanjian kerja sama kemarin, sambung dia, JPG bakal lebih serius menggarap isu anak dan perempuan.

Tentu saja bukan hanya dalam bentuk pemberitaan, melainkan juga dalam berbagai kegiatan. Baik yang sudah berjalan seiring program JPG maupun kegiatan baru. Azrul optimis banyak hal bisa dikerjakan oleh JPG bersama UNICEF.

”Saya rasa kolaborasi (dengan UNICEF) punya harapan besar untuk masa depan Indonesia,” ujarnya. Dia berharap kerja sama tersebut berjalan sesuai rencana. ”Semoga kami bisa berbuat lebih,” tegas dia.

Kepala Perwakilan UNICEF Indonesia Gunilla Olsson mengungkapkan, kerja sama UNICEF dengan JPG merupakan kolaborasi penting. Khususnya pada beberapa isu berkaitan anak dan perempuan. Dia ingin, kerja sama itu memancing masyarakat lebih peduli terhadap isu tersebut.

”Serta menciptakan kesempatan agar semua anak Indonesia memiliki kehidupan yang baik,” harap dia.

Perempuan yang akrab dipanggil Gunilla itu menyebutkan, bersama JPG langkah UNICEF dalam mengupayakan kesejahteraan anak Indonesia semakin kuat. Sehingga berbagai persoalan yang selama ini belum tuntas dapat diselesaikan. Misalnya ancaman kekerasan terhadap anak. Sampai saat ini, kata dia, masih banyak anak yang belum benar-benar aman.

”Jadi, kami ingin memastikan semua anak Indonesia mendapat hak mereka,” jelasnya.

Senada, Corporate Communication Manager JPG Lucia Cicilia dan Kepala Bidang Komunikasi dan Advokasi Publik UNICEF Indonesia Michael Klaus menjelaskan, kerja sama JPG dengan UNICEF fokus pada isu anak dan perempuan. Michael mengungkapkan, setidaknya ada empat program yang sudah mereka rancang. Di antaranya adalah program TANGKIS yang beberapa tahun belakangan tayang di Jawa Pos.

”Kami lihat Jawa Pos fokus pada hal itu,” ungkap dia.

Cicilia menambahkan, komitmen JPG mendalami isu perempuan dan anak bakal ditunjukan melalui liputan khusus yang terbit di Jawa Pos setiap bulan. Tepatnya, setiap Kamis pada minggu pertama.

”Liputannya (tayang) mulai bulan depan di koran (JPG). Jawa Pos TV mengikuti,” ungkap dia.

Untuk sementara, kerja sama JPG dengan UNICEF berlangsung selama satu tahun. Namun, sangat mungkin berlanjut. ” Ke depan kami lihat lagi apa yang bisa dikerjakan bersama,” ujarnya. (syn/jpgroup)

Respon Anda?

komentar