Mulai April DKP Pindah ke Senayang

Aang Abubakar. Foto: Hasbi/batampos.

batampos.co.id – Plt Kadis Kelautan dan Perikanan, Aang Abubakar mengatakan tanggal 1 April 2017 mendatang dinas akan segera pindah ke Kecamatan Senayang. Hal tersebut sesuai arahan Bupati Lingga, Alias Wello beberapa waktu lalu untuk memaksimalkan potensi perikanan kabupaten Lingga.

Sejauh ini kata Aang, persiapan bangunan kantor masih dalam tahap pembenahan. Kesiapan psikologis para pegawai kantor juga menjadi perhatian dinas terkait.

“Tanggal 1 April ini kami mulai berkantor di Senayang. Psikologis kawan-kawan kantor juga menjadi perhatian. Ada 35 pegawai kami mulai dari PNS, PTT dan juga Honorer yang pindah. Sudah ada 3 rumah yang disiapkan untuk tempat tinggal sementara. Relokasi kantor ke Senayang ini permanen,” kata Aang kepada Batam Pos, Selasa (14/3) sore.

Tujuan utama dipindahkannya pusat kantor ke Senayang untuk memaksimalkan kerja DKP. Wilayah Senayang lanjut Aang, akan dijadikan sentral perikanan kabupaten Lingga.

“Pindah kantor ini untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat nelayan. Senayang dijadikan sebagai pusat perikanan. Nanti dari hulu sampai hilirisasi perikanan disana. Kami, dengan kawan Provinsi akan mambangun UPT. Mereka minta disiapkan lahan 3000 hektar. Semua dipusatkan dipulau Sebangka kecamatan Senayang nanti,” jelasnya.

DKP sendiri lanjut Aang menargetkan dalam waktu dua tahun kedepan membangun pelabuhan perikanan di pulau Sebangaka. “Target kami dua tahun lah, tahun-tahun berikutnya mudah-mudahan sudah bisa difungsikan. Agar hasil laut nelayan yang selama ini cek poit dan menjadi pendapatan Batam bisa menjadi PAD bagi Lingga. Tahun ini kami selesaikan dokumen pernecanaan dan fisibility studi (FS),” jelasnya.

Sedangkan untuk pelayanan administrasi bagi warga pulau Lingga dan Singkep, karena mobilitas ke Senayang yang masih cukup sulit, DKP akan membuat satu ruang kantor penghubung. Selain itu persoalan lain seperi listrik yang belum 24 jam dan juga telekomunikasi paket data yang terbatas diharapkannya dapat segera teratasi pasca pindahnya kantor DKP.

“Untuk penguruan rekom minyak nelayan, bantuan nelayan dan berbagai keperluan administrasi lain kami rencananya akan membuat satu ruangan kantor penghubung di Daik. Untuk pengurusan administrasi yang lebih mudah. Ini solusinya,” pungkas Aang. (mhb)

Respon Anda?

komentar