Tingkatkan Produksi Sapi dengan Program Inseminasi

Apri melihat sapi yang menjalankan program inseminasi. Pemerintah pusat yang ingin menjadikan daerah pesisir sebagai central pengembangan sapi ternak, termasuk Kabupaten Bintan. Foto : batampos.

batampos.co.id – Pemkab Bintan terus melakukan terobosan baru untuk mendorong kebutuhan konsumsi daging sapi bagi masyarakat. Salah satunya dengan melakukan inseminasi buatan kepada empat ekor sapi betina yang dilakukan bersama Dirjen peternakan RI drh. Ketut Diamitra, di kelompok usaha ternak Tunas Muda, Kampung bukit Adimulyo, Kecamatan Teluk Bintan, Senin (13/3) sore.

“Sesuai dengan kebutuhan konsumsi daging sapi pertahun di Bintan ada sebanyak 73 ton, dengan ketersediaan daging sapi hanya sebanyak 19,11 ton. Bahkan untuk hari-hari khusus kebutuhan daging sapi cukup meningkat. Maka perlu adanya sebuah cara baru meningkatkan ketersediaan sapi,” Ungkap Bupati Bintan, Apri Sujadi.

Apri menuturkan pelaksanaan sinkronisasi birahi – Inseminasi buatan ternak sapi yang telah dilakukan kepada empat ekor sapi betina tersebut merupakan cara yang baik untuk meningkatkan populasi sapi.

“Selain dapat memenuhi kebutuhan konsumsi, tentunya juga memberikan nilai tambah bagi para peternak sapi yang ada di Kabupaten Bintan,” tuturnya

Apri juga menyambut baik atas rencana pemerintah pusat yang ingin menjadikan daerah pesisir sebagai central pengembangan sapi ternak, termasuk Kabupaten Bintan.

Menurutnya letak wilayah Kabupaten Bintan, yang cukup strategis, tentunya akan memberikan peluang yang bisa dimanfaatkan sebaik mungkin, demi meningkatkan kebutuhan masyarakat, serta dapat menopang ekonomi masyarakat pedesaan yang berkecimpung dalam usaha di bidang peternakan.

Sementara itu, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan RI Drh. Ketut Diamirta, mengatakan tujuan utama pelaksanakan proses perkawinan ternak sapi untuk membuahkan hasil (inseminasi buatan) adalah untuk meningkatkan populasi sapi dan produksi ternak yang dilaksanakan melalui strategi optimalisasi pelaksanaan insenminasi buatan, agar sapi betina ini dapat lebih produktif untuk menghasilkan anak.

Menurutnya alasan dipilihnya Bintan sebagai tempat pelaksanaan program ini, tentunya karena dekat dengan negara tetangga, dan memang Indonesia terletak pada daerah ekuator yang memang cocok untuk pengembangan peternakan.

Maka program ini harus dapat memberikan efek yang dapat dirasakan oleh masyarakat khususnya para peternak sapi yang ada dikabupaten bintan.

“Ke depan diharapkan para petani dapat menjadikan kegiatan peternakan sebagai kegiatan yang produktif bukan sebagai pekerjaan sambilan” ungkapnya. (cr20)

Respon Anda?

komentar