Di Anambas Belum ada SPBU

1251

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas memiliki rencana untuk mendirikan Stasiun Pengisian Bahan Umum (SPBU). Rencananya sesuai yang sudah diusulkan kepada Kemenko Kemaritiman RI, SPBU tersebut akan dibangun di desa Teluk Durian kecamatan Palmatak.

“Kita baru mengusulkan, semuanya tergantung dari pusat, jika menyetujui maka akan dibangun SPBU,” ungkap sekertaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas Sahtiar, kepada wartawan Rabu (15/3)

Jika pemerintah pusat sudah menyetujui di Anambas harus ada SPBU, maka kemungkinan pihak Kementerian akan melakukan survey lebih dalam lagi terutama mengenai lokasi pendirian SPBU. Karena tempat yang sudah diusulkan pemda belum tentu disetujui.

“Bisa saja akan ada pengkajian ulang oleh pihak Kementerian apakah ada tempat lain yang lebih strategis atau tidak, jika ada tempat baru yang lebih layak, maka akan pindah ketempat yang baru sesuai dengan hasil survey kementerian,” jelasnya lagi.

Oleh karena itu pemerintah daerah setelah mengusulkan pendirian SPBU, saat ini sifatnya hanya menunggu hasil keputusan dari pihak
kementerian.

Diketahui di Anambas sudah dari dulu sewaktu masih gabung dengan kabupaten Natuna, hingga sekarang ini belum memiliki SPBU. Penjualan bensin dilakukan dengan cara eceran dengan ukuran 1,5 liter botol kemasan air mineral. Harganya selalu berubah-ubah tergantung harga per liter dari pemerintah pusat.

Saat ini harga bensin di Anambas dijual dengan harga Rp14 ribu hingga Rp15 ribu per botol volume 1,5 liter. Namun demikian jika ada kenaikan atau penurunan harga bensin per liter dari pemerintah pusat, maka akan merubah harga eceran di Tarempa dengan melalui mediasi antara pemerintah daerah dengan pengecer untuk menentukan harga bensin eceran per botol.

Sebelumnya, salah seorang warga Tarempa Hasan, berharap pemerintah pusat dapat mengeluarkan kebijakan tentang perizinan pembangunan SPBU di Anambas agar ketersedian BBM dapat terjamin dengan baik. Tidak dipungkiri Anambas masih mengangkut BBM menggunakan kapal ke pertamina di Kabupaten Natuna dan kuota yang diberikan ke anambas masih sangat terbatas. (sya)

Respon Anda?

komentar