batampos.co.id – Posisi bangunan Kantor Syahbandar dan Kantor Bea dan Cukai Moro, terlihat dalam posisi miring. Kedua kantor itu letaknya saling berdampingan berbatasan dengan bangunan dermaga beton persinggahan kapal tambang dan bongkar muat barang antarpulau.

Yang lebih terlihat posisi miring ke laut bersandar dengan bangunan dermaga itu adalah bangunan kantor Syahbandar Moro. Bangunan Syahbandar tertahan dengan dermaga yang posisinya bersebelahan. Jika tidak, boleh jadi bangunan kantor Syahbandar Moro itu sudah tumbang ke laut.

Lain halnya bangunan kantor Bea dan Cukai yang berlantai dua itu, terlihat sudah posisi miring yang letaknya masih berjarak dengan bangunan dermaga beton tersebut. Soalnya, kedua bangunan itu tiang beton dipasang secara manual. Makanya, lama kelamaan tiang beton kedua bangunan kantor Syahbandar dan kantor Bea dan Cukai itu menjadi posisi miring.

Selain kedua bangunan kantor itu dalam posisi miring, dan juga posisi bangunan dermaga terlihat tiangnya mulai keropos. Hal ini dapat dimaklumi karena bangunan dermaga itu usianya sudah mencapai dua puluh tahun yang lalu. Dimana bangunan dermaga itu dulunya digunakan untuk sarana dan prasarana angkutan kapal penumpang. Namun setelah dibangun pelabuhan ponton, maka dermaga itu digunakan tempat persinggahan kapal tambang dan bongkar muat barang antar pulau.

Menanggapi hal ini, Kepala Kesyahbandaran Moro, Uddin mengaku masalah ini sudah dilaporkan keatasan.

“Posisi bangunan Syahbandar itu miring sudah lama. Sebelumnya, juga sudah kita laporkan. Saat ini yang menahan bangunan kantor itu adalah bangunan dermaga tersebut,” ujarnya. (pst)

Respon Anda?

komentar