Anggota Pomal melepas stiker yang ditempel oleh pemilik mobil saat razia di Tibancentre, Batam, Rabu (15/3). (DALIL HARAHAP/BATAM POS)

batampos.co.id – Polisi militer dari Pomal, PM dan kepolisian melakukan penertiban atribut militer / polisi. Alhasil dari penertiban yang berlangsung di Jalan Gajah Mada atau depan Pasar Tibancenter, Batam, Rabu (15/3), petugas berhasil menyita sejumlah atribut penting yang berkait ke TNI/Polri dari warga sipil.

Kasi Intel Lanal Batam, Kapten Mulyadi mengatakan razia ini ditujukan untuk menertibkan warga sipil yang menggunakan striker PM pada kendaraan.

“Untuk menghindari penyalahgunaan,” kata Kapten Mulyadi, Rabu (15/3)

Selama tiga jam berlangsung, razia itu berhasil menjaring 35 kendaraan sipil menggunakan stiker militer, 5 orang sipil menggunakan atribut militer seperti jaket, celana, dan kaos loreng.

“Kami laksanakan di dua tempat, selain Tiban Center, kegiatan serupa juga berlangsung di daerah Batamcenter,” ujarnya.

Petugas yang bertugas langsung mengarahkan kendaraan untuk menepi, meminta dokumen seperti STNK, SIM, dan apakah memang dari keluarga militer.

“Anggota langsung minta keterangan, dan semua merupakan warga sipil. Kendaraan yang terjaring langsung dicabut stikernya dan diberikan pengarahan, dan boleh melanjutkan perjalanan,” jelas Mulyadi.

Menurut pengemudi mobil yang terjaring, menggunakan stiker biar aman selama di perjalanan.

“Untuk menghindari tindakan kriminal, biasanya orang kalau lihat stiker militer tak mau ganggu,” ujar Asep, salah seorang pengendara yang terjaring.

Sementara pengendara lainnya mengaku, stiker ditempel oleh suaminya.

“Saya tak tahu, itu suami yang pasang,” kata perempuan berjilbab itu. (cr17/iil/JPG)

Respon Anda?

komentar