Tolak Cinta Alay, Asidah Terkapar di Rumah Sakit

587
Pesona Indonesia
Alay digiring polisi untuk menjalani pemeriksaan kejiwaan ke Tanjungpinang. F. ist

batampos.co.id – Karena menolak cinta Alay alias Joni, 55, Asidah alias Amui, 54, warga Jalan Pasar Lama, RT 004, RW 003, Dabo Singkep menerima bogem telak di pipi sebelah kiri. Wanita berstatus janda itu seketika jatuh pingsan dan terpaksa dilarikan ke RSUD untuk mendapat pertolongan.

Kejadian serupa telah bermula sejak 2006, saat itu Asidah menolak pernyataan cinta dari Alay. Asidah langsung menerima kekerasan fisik yang dilakukan Alay kepadanya. Asidah juga melaporkan kejadian yang menimpanya ke pihak berwajib, namun karena Alay diduga mengalami gangguan kejiwaan, akhirnya perkara tersebut diselesaikan secara damai.

Begitu juga pada 2011, Asidah kembali menerima tindakan kekerasan dari Alay, namun Asidah masih berlapang dada dengan memaafkan perlakuan Alay terhadap dirinya.

Namun kejadian pada tahun ini, Asidah sudah tidak mau lagi menarik laporannya kepada Polsek Dabo Singkep. Kini, Polsek Dabo Singkep mengirim Alay ke Tanjungpinang untuk mengecek kejiwaan pria paruh baya itu.

“Setelah mendapat laporan, tim kami bergerak cepat, 15 menit dari laporan diterima kami berjasil mengamankan Alay,” ujar Kapolsek Dabo Singkep, AKP Mangiring Hutagaol di ruang kerjanya, Rabu (15/3) pagi.

Mangiring menambahkan, kejadian berlangsung di toko milik korban di Dabo Singkep. Saat itu, Alay datang ke toko milik Asidah. Tanpa basa basi, Alay langsung melancarkan pukulan dari tangan kanannya dengan sekuat tenaga tepat mengenai di pipi kiri Asidah. Seketika Asidah jatuh pingsan dan langsung dilarikan ke RSUD.

Karena kejadian tersebut, Asidah harus mendapatkan oksigen bantuan dari RSUD dan mengalami trauma dan ketakitan yang mendalam. Tak hayal, pipi sebelah kiri Asidah memar dan sedikit membengkak.

Karena ulah Alay, Mangiring mengenakan Pasal 351 ayat 1 KUH Pindana tentang pemukulan dengan ancaman maksimal empat tahun kurungan penjara.

Mangiring juga menambahkan, agar masyarakat terutama dinas terkait untuk lebih memperhatikan warga yang mengalami gangguan mental. Hal ini, aku Mangiring, selain semakin banyak terdapat warga dengan gangguan kejiwaan di Dabo Singkep, juga berdampak pada keamanan masyarakat. (was)

Respon Anda?

komentar