Kepala Kanwil Khusus DJBC Kepri, Farjiya bersama Karo SDM Polda Kepri Kombes Pol Rakhmad Setyadi dan Kabid PSO Raden Evi menunjukkan barang bukti. Foto : Sandi/batampos.

batampos.co.id – Kapal patroli BC 20003 milik Kanwil Khusus DJBC Kepri di Tanjungbalai Karimun berhasil menangkap KM Kuala Kapias 1 GT 86 GT Nomor 302/PPo di Perairan Tukong, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, Selasa (14/3) pukul 22.30 WIB . Kapal yang mengangkut berbagai jenis barang dari Port Klang, Malaysia ini di dalamnya juga ditemukan narkotika jenis sabu sabu.

”Ini hasil dari patroli rutin yang kami lakukan. Awalnya petugas BC melakukan pemeriksaan muatan dan dokumen. Ternyata, berbagai jenis barang makanan dan perlengkapan rumah tangga asal Port Klang, Malaysia tidak ada dokumennya. Kemudian, dilanjutkan pemeriksaan di setiap kamar yang ada di dalam kapal,” ujar Kepala Kanwil Khusus DJBC Kepri di Tanjungbalai Karimun, Farjiya kepada Batam Pos, Kamis (16/3).

Pada saat dilakukan pemeriksaan ke kamar-kamar, petugas BC menemukan dua batang paralon berkuruan sekitar satu meter yang dibungkus dengan kertas. Petugas mulai curiga ketika dua batang paralon tersebut terasa berat dan ada isinya. Lantas, kertas pembungkus dibuka dan ternyata di dalamnya ada bungkusan plastik. Setelah dikeluarkan dan dicek menggunakan alat yang dibawa ternyata narkotika jenis SS yang beratnya hampir 1 kg atau tepatnya 993,12 gram.

”Satu per satu kru kapal kita tanya dan diketahui kamar tersebut milik dari Samsir alias Asen yang merupakan bertugas sebagai cincu. Dan, ketika kita tanya diakui oleh Samsir bahwa barang tersebut memang miliknya yang dibeli dengan harga 33 ribu ringgit Malaysia. Jadi, dalam kasus ini ada dua perkara yang ditangani, yakni tentang kepabeanan dan narkotika. Untuk pelanggaran tindak pidana kepabeanan yang sudah kita tetapkan sebagai tersangka adalah nakhoda kapal Syarifudin,” paparnya.

Atas penangkapan ini pihak BC sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan pengembangan. ”Keterangan sementara yang kami dapat, rencanya SS tersebut akan dibawa ke Panipahan,” jelasnya. (san)

Respon Anda?

komentar