“Dijual” Kampung KB


Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepulauan Riau, Arif Fadillah saat membuka workshop

batampos.co.id – Kampung KB adalah salah satu cara membangun indonesia dari pinggiran dan meningkatkan kualitas hidup manusia, sejalan dengan semangat luhur yang terkandung dalam nawacita.

“Berdasarkan amanat dari Presiden tersebut, BKKBN Kepri diberi mandat untuk membangun 70 kampung KB di tiap kecamatan dalam Kabupaten Kota,” kata Plt Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Riau, Syaifuddin, dalam workshop BKKBN di Hotel Allium, Batuampar, Selasa (14/3).

Saat ini baru terbentuk 8 Kampung KB di Kepri. Dengan perencanaan kegiatan kampung KB ini, BKKBN akan berupaya menyelaraskan program-program lintas sektor.

Direktur Bina Lini Lapangan BKKBN Republik Indonesia, Apon Humprey mengatakan pada prinsipnya kampung KB ini adalah sebuah totalitas pembenahan kampung atau desa.

“Bagaimana mengintervensi program ini hingga menghasilkan kampung atau desa menjadi lebih baik. Semua lini harus ikut mengintervensi program ini, agar bisa berjalan dengan baik,” kata Humprey.

Dengan kerjasama lintas sektor ini, keterbatasan BKKBN dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat bisa memperoleh hasil yang signifikan.

Nama Kampung KB ialah pemberian Presiden RI Joko Widodo. Ada beberapa kriteria sebuah desa bisa dibentuk menjadi Kampung KB. Yang jelas pembangunan Kampung KB ialah keroyokan. Semua lembaga pemerintah maupun swsata bisa berpartisipasi di Kampung KB.

“Misal Dinkes kota punya program A, nah program itu bisa dilaksanakan di Kampung KB, Jadi tidak perlu anggaran khusus,” jelas Humprey.

“CSR perusahaan swasta pun bisa diarahkan ke Kampung KB,” imbuhnya.

Nama Kampung KB pun tak perlu menjadi masalah. Silakan saja lembaga manapun menamai apa yang jelas titik lokasinya ya di Kampung KB itu.

Setelah diintervensi oleh lintas sektor harapannya ada perubahan ke arah yang lebih maju sehingga terlihat signifikan.

Ia berharap program ini akan menghasilkan sesuatu yang dicita-citakan bersama-sama. “Sehingga apa yang ditanamkan oleh BKKBN dan lintas sektor ini akan dapat kita nikmati hasilnya,” harap Humprey.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepulauan Riau, Arif Fadillah mengatakan siap mendukung program lintas sektor yang melibatkan seluruh SKPD Kepri, sehingga dapat mengaplikasikan program kampung KB ini dengan baik.

“Seperti ini adalah kegiatan terpadu, satu sasaran kita, bagaimana keluarga yang tidak mampu cukup dua anak dan bisa mengatur perekonomiannya secara baik. Selain itu, di daerah itu kita kejar pembangunan. Kemudian dilakukan kegiatan yang terpadu juga,” jelas Arif.

Dengan pola tersebut, melalui perangkat daerah terkait bisa rundingkan solusinya. Sehingga pendidikan, kesehatan dan faktor lainnya bisa dirasakan oleh masyarakat. (cr18)

Respon Anda?

komentar