Seorang warga bersama anaknya menggunakan payung saat cuaca panas di jalan Ahmad Yani Tanjungpinang, Kamis (16/3). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Menjelang terjadinya fenomena matahari melintasi garis khatulistiwa atau Equinox, dalam lima hari ke depan, suhu udara di Kepri termasuk negara tetangga, Malaysia dan Singapura, berangsur meningkat. Selain, itu peningkatan suhu udara di Kepri, juga dipengaruhi pancaroba yang mengakibatkan penumpukan masa uap air cukup tinggi. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi sangat kecil terjadinya hujan menjelang Equinox.

Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Robby Akbar Anugerah, mengatakan peningkatan suhu udara menjelang fenomena Equinox pada (21/3) mendatang, mengakibat peningkatan suhu udara tergolong panas. Yang mana suhu udara di puncak Equinox nanti akan berkisar antara 32-36 derajat celcius.

“Cuaca tergolong cukup panas menjelang Equinox,” ujar Robby, Kamis (16/3).

Robby, menyebutkan fenomena tersebut merupakan hak yang lumrah terjadi di Indonesia. Yang mana Equinox sendiri akan berlangsung secara periodik setiap tahunnya. Yang mana hal serupa akan terjadi pada (23/9) mendatang.

“Equinox merupakan fenomena astronomi dimana posisi matahari tepat berada di garis katulistiwa, atau dengan kata lain posisi matahari lebih dekat ke Bumi, tidak seperti biasanya. Tahun ini, Equinox sendiri akan terjadi dua kali,”kata Robby.

Meski Equinox bukan merupakan fenomena seperti Heat Wave yang terjadi di Afrika dan Timur tengah yang dapat mengakibatkan peningkatan suhu udara secara besar dan bertahan lama. Robby, mengimbau warga untuk tetap menjaga stamina dan sebisa mungkin mengurangi aktivitas kontak langsung dengan cahaya matahari.

“Masyarakat tak perlu panik. Tapi, tetap harus menjaga fisik karena suhu udara panas yang cenderung meningkat rentan menyebabkan dehidrasi. Masyarakat juga tidak perlu khawatir sebagaimana yang disebutkan dalam isu yang berkembang,”pungkasnya.(ias)

Respon Anda?

komentar