batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun sangat gembira ketika Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Ignasius Jonan menyampaikan adanya program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) bensin ke LPG untuk nelayan yang dimulai tahun 2017. Hal tersebut disampaikan dalam rapat terkait kebijakan subsidi LPG tabung 3 kg tepat sasaran, di KementerianESDM Jakarta, Kamis (16/3).

Nurdin langsung meminta 500 unit paket mesin lengkap dan segera direalisasikan pertengahan tahun ini. Menteri Jonan menyetujui dan bahkan memberi 1.000 unit mesin untuk Kepri.

“Cukup 500 unit Pak Gubernur? 1.000 unit lah ya, saya kasih. Pokoknya Pak Gubernur kirim data lengkap nelayan ke Kementerian ESDM. One Name, One Address ya. Harus nelayan yang ada kapal ya pak gub,” ujar Jonan

Jonan menyebutkan program konversi tersebut untuk mengurangi ketergantungan nelayan pada BBM yang kalau dihitung biayanya tinggi. Jonan menargetkan tahun 2018 seluruh nelayan di seluruh Indonesia sudah menggunakan paket mesin lengkap untuknelayan ini.

“Mau tidak mau, suka tidak suka, siap tidak siap konversi paket mesin nelayan ini harus terealisasikan tahun 2018. Tahun 2019 kami targetkan tuntas. Ada masalah lain yang muncul, itu pasti. Karena kita membuat program pasti ada dampak di lapangan. Masyarakat Indonesia harus lepas dari BBM karena Negara tidak sanggup memberikan subsidi terus menerus. Jadi siapa daerah yang siap, kami segera realisasikan, seperti Kepriini. Minta 500 unit, saya kasih 1.000 unit,” ungkap Jonan.

Gubernur Kepri menyambut gembira 1.000 unit paket lengkap mesin nelayan yang diberikan Menteri Jonan. Gubernur segera meminta Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kepri, H Amjon untuk mendata para nelayan se-Kepri sebagai calonpenerima paket lengkap mesin nelayan Kementerian ESDM.

“Segera data pak Kadis. Bagi nelayan yang mau bekerja tapi tidak ada kapal, kita carikan jalan keluarnya,” tegas Nurdin.

Pemberian paket perdana konversi BBM ke BBG untuk nelayan ini berupa mesin kapal, konverter kit serta pemasangannya, tabung LPG beserta isinya. Sedang kriteria penerima paket mesin ini adalah nelayan pemilik kapal 5 GT, kapal yang dimiliki berbahan bakar bensin, kapal yang digunakan memiliki daya mesin 13 HP, jenis alat tangkap yang digunakan adalah alat tangkap yang ramah lingkungan, dan belum pernah menerima bantuan sejenis dari pemerintah pusat, daerah, atau Badan usaha lainnya. (jpg)

 

Respon Anda?

komentar