foto: Rezza Herdiyanto / batampos

batampos.co.id – Tambang pasir ilegal selama ini masih menjadi permasalahan yang tak kunjung selesai. Setiap kali ada penertiban, tak berselang lama muncul kembali penambang-penambang baru.

Anggota Komisi I DPRD Batam, Sukaryo menilai harus ada aturan yang jelas terkit tambang-tambang liar ini. Pemko Batam pun diminta lebih serius dalam melakukan pengawasan dan penindakan.

“Bila memang ada terbukti melanggar. Harus ada sanksi yang tegas,” kata Sukaryo, Jumat (17/3).

Ia mengaku, DPRD sendiri juga masih menunggu tindakan-tindakan dari aparat penegak hukum. Terutama dalam menyelidiki perusahaan dan gedung-gedung yang memakai jasa tambang ilegal ini.

“Sejauh mana hal tersebut dilakukan dan masyarakat juga mengharapkan hal yang baik,” tuturnya.

Dikatakan dia, hidup tak hanya untuk diri sendiri. Tetapi melainkan kepada keturunan yang akan diwarisi. Bisa dibayangkan bila anak cucu mendapati lingkungan yang rusak dan tak bersahabat.

“Maka kiranya juga kita himbau bagi masyarakat sadar akan hal tersebut,” jelasnya.

Dari pantauan Batam Pos, penambangan pasir ilegal hingga kini masih beroperasi di daerah Nongsa. Belum ada terlihat tindakan tegas pemerintah, untuk menindak penambangan pasir ilegal ini.

Kampung Panglong menjadi salah satu pusat peredaran pasir ilegal tersebut. Disekitaran daerah yang sudah menjadi seperti danau ini, kegiatan penambangan dan pencucian pasir ilegal terjadi.

Dari penuturan warga sekitar, danau itu dulunya kecil. Tapi karena ada pembiaraan, danau ini perlahan-lahan membesar. “Tak seberaba besar, tapi sekarang udah luas sekali,” ucap warga yang tak ingin namanya disebutkan tersebut, Jumat (17/3).

Ia mengatakan bila penambangan ini dibiarkan terus menerus, danau tersebut akan meluas dan mencapai daerah pemukiman warga. “Itu dulunya, sangat jauh dari ruko. Tapi sekarang jaraknya hanya beberapa meter saja,” terangnya.

Terlihat akibat penambangan pasir ini, tanah sekitarnya mengalami retak-retak. Selain itu penambangan ini membentuk seperti tebing, yang mana dari hari ke hari tanahnya terkikisa dan berjatuhan ke danau tersebut. (ska)

Respon Anda?

komentar