Garuda Bangun Pusat Perawatan Pesawat di Batam

1483
Pesona Indonesia
foto: panoramio.com

batampos.co.id – Pembangunan fasilitas pusat perawatan pesawat yang akan dilakukan oleh PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF) tengah memasuki tahap evaluasi kelayakan bisnis bersama.Nilai investasinya 100 juta dollar Amerika. Dan akan menampung lebih dari 10 ribu karyawan

Kepala BP Batam Hatanto Reksodiputro, Kamis (16/3) mengatakan perusahaan ini akan mulai dibangun 2017 ini. “Roll-Royce dan GMF ini tidak hanya akan memproduksi mesin pesawat saja.Ini sangat luar biasa. GMF ini nantinya akan menampung sekitar 10 ribu karyawan,” katanya.

Deputi V BP Batam, Gusmardi Bustami menambahkan bahwa pihaknya optimis investasi yang dilakukan oleh GMF dapat menjadi langkah awal menggelorakan investasi di Batam.

“Mereka (GMF) sedang melakukan studi di Hang Nadim. Mereka menyewa lahan di Hang Nadim untuk membangun pusat perawatan pesawat khusus untuk wilayah Sumatera,” ungkapnya.

Dengan masuknya investasi senilai 100 juta Dollar Amerika dari GMF, maka dapat meningkatkan daya tarik Batam di mata investor asing.

“Pembangunan infrastruktur di Batam terus dilakukan. Sekarang ini kita bersaing ketat dengan negara tetangga. Makanya BP Batam akan terus promosi untuk memperkenalkan keuntungan berinvestasi di Batam,” tutup Gusmardi.

Dihari yang sama, VP Corporate Secretary GMF, Arjo Widhoseno,GMF menargetkan pembangunan akan dimulai pada semester kedua tahun 2017 dan segera beroperasi pada semester kedua tahun 2018.

“Pihak-pihak yang terlibat dalam pengembangan ini kemungkinan dari beberapa perusahaan asing yang menjadi partner GMF,” ujar VP Corporate Secretary GMF, Arjo Widhoseno, Kamis (17/3) malam di Rumah Makan Pondok Gurih, Batamcentre.

Aryo mengungkapkan GMF telah menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam terkait hal penggunaan lahan untuk pengembangan industri perawatan pesawat serta sarana pendukungnya di kawasan bandara Hang Nadim, Batam

“Fasilitas perawatan pesawat ini berupa hanggar yang rencananya akan berdiri dengan luas bangunan sekitar 25 ribu meter persegi,” imbuh Arjo.

Fasilitas ini diperuntukkan sebagai hangar untuk pesawat wide body dan secara bertahap akan terus berkembang. Salah satu fasilitas yang akan dibangun adalah gudang logistik.

Keberadaan gudang logistik adalah untuk mendukung kebutuhan persediaan suku cadang untuk operasional hangar di lahan tersebut dan juga untuk line maintenance GMF di area Sumatera dan sekitarnya.”Fasilitas yang akan dibangun nantinya diproyeksikan akan dapat menyerap pasar perawatan pesawat internasional,” imbuhnya.

Sedangkan mengenai jumlah tenaga pekerja belum bisa dipastikan, tapi GMF akan terus membuka lowongan pekerjaan tiap tahunnya.(leo/ian)

Respon Anda?

komentar