Pak Wali Kios Liar di Sagulung dan Batuaji belum Diterbibkan Loh….

1163
Deretan kios liar masih berdiri di atas trotoar Jalan Trans Barelang, Tembesi, Batuaji. Foto: Yofi Yuhendri/ Batam Pos

batampos.co.id – Upaya penertiban kios liar yang dilakukan tim terpadu Pemerintah Kota Batam terkesan belum merata. Sebab, hingga saat ini masih banyak kios liar yang berdiri kokoh di wilayah Sagulung maupun Batuaji.

Di wilayah Sagulung terdapat belasan titik kios liar. Salah satunya yang berada di jalan raya Trans Barelang atau di Simpang Tembesi. Di lokasi ini, terdapat puluhan kios liar yang masih berdiri. Kios yang tidak memiliki izin ini sangat menganggu pemandangan, sebab ia berdiri tepat pintu masuk ke kawasan pariwisata Batam. Sehingga terkesan semrawut.

“Bagusnya digusur, karena lokasi ini kan menuju ke tempat wisata, kan gak enak dilihat sama wisman yang jalan-jalan ke sana,” ujar Firman, warga Perumahan Putri Hijau, Sagulung, Jumat (17/3).

Keberadaan kios liar ini, selain menganggu pemandangan, juga kerap terjadi kemacetan, apalagi di waktu akhir pekan, banyak wisatawan luar maupun lokal yang melewati jalan ini.

“Di sana juga sering ada pasar kaget, jadi tambah semrawutlah,” katanya.

Sementara itu, Camat Sagulung, Reza Khadafy mengatakan puluhan kios liar di Simpang Barelang, Tembesi ini akan segera ditertibkan oleh tim terpadu Kota Batam tahun ini. Rencananya lahan yang ditempati puluhan kios liar tersebut akan dilakukan pelebaran jalan, mulai dari kawasan Mukakuning hingga Simpang Barelang.

“Tahun ini akan ada pelebaran jalan, otomatis kios liar yang ada di Simpang Barelang akan ditertibkan. Dan ini merupakan program Kementrian Pekerjaan Umum pusat,” ujar Reza beberapa waktu lalu.

Reza mengatakan sebelumnya, puluhan kios liar tersebut sudah didata dan sudah diberikan surat peringatan (SP) dua. Selain dilokasi ini, pihak kecamatan juga gencar melakukan pendataan dan sosialisasi untuk kios liar lain yang masih menjamur di wilayah Sagulung.

“Yang lainnya masih proses pendataan oleh Satpol PP salah satunya kios liar yang di depan SP Plaza,” katanya.

Sementara di wilayah Batuaji, juga masih banyak terlihat kios liar. Seperti yang terlihat di depan Pasar Melayu, Simpang Basecamp, di sepanjang jalan Marina City dari simpang Basecamp hingga simpang Polsek Batuaji, di depan Perumahan Putra Jaya Tanjunguncang.  Kios-kios liar ini pun sudah ada yang berbentuk bangunan permanen seperti ruko dan pujasera bahkan sudah ada yang dijadikan tempat tinggal.

“Kapanlah kios liar ini ditertibkan. Dari tahun kemarin pemerintah berkoar-koar akan bongkar, tapi sampai sekarang, belum ada yang dibongkar, malah semakin banyak kios liar di daerah sini,” ujar Erianto warga Genta 1, Batuaji.

Dia meminta kepada pemerintah untuk secepatnya menuntaskan masalah ini.

“Saya sendiri penjual, saya bayar ruko gak murah. Lah, mereka enak ada tanah kosong langsung bangun kios, kan gak adil buat kami,” tutupnya. (cr19)

Respon Anda?

komentar