Balada Punya Istri yang Doyan Tidur, Gak Ku… Ku….

Ilustrasi perceraian. Foto: pixabay

batampos.co.id – Karin, 35, punya kebiaasaan tidur. Kebiasaan itu ia bawa hingga menikah.

Orang tua Karin sangat paham dengan keadaan anaknya. Mereka tidak pernah menuntut pekerjaan apapun kepada Karin.

Nilai sekolah dan kuliah dulu dibiarkan saja meskipun Karin selalu meraih peringkat pertama dari belakang.

“Bawaan orok kali ya? Ya mau gimana lagi emang dari lahir sudah molor terus,” kata Karin saat sidang gugatan cerainya di Pengadilan Agama (PA) klas 1A Surabaya, Kamis (9/3).

Dengan wajah pasrah dan malasnya itu, Karin mengaku sudah mantap mengajukan gugatan cerainya ke suaminya.

Ia tidak mau dimarahi atau bertengkar lagi dengan suaminya.

Menurut Karin, suaminya dianggap terlalu mengatur hidupnya. Usai menikah tahun 2014 lalu, suaminya yang dulu kos di rumah Karin itu tinggal bersama dengan orang tuanya di Gubeng Kertajaya

Sebab, Donjuan berasal dari Nganjuk dan bekerja di kawasan Kertajaya.

“Ikut saya di rumah orang tua, mama dan papa kan sendirian. Dua kakak sudah di Jakarta dan Kalimantan,” kata Karin.

Orang tuanya juga sangat sayang kepada Karin sehingga tidak diperkenankan keluar dari rumahnya.

Selama ini, Karin memang tidak mau bekerja. Lulus kuliah dia memilih ngendon di rumah saja.

Akhirnya, orang tuanya yang sudah pensiun dari PNS membukakan warung peracangan dan fotokopian di rumahnya.

“Saya buka toko lumayan ramai,” kata dia.

Pekerjaan itu bagi dia bisa sesuka hati. Ia bisa kapanpun membuka toko dan menutupnya tanpa harus diatur orang lain.

“Sembari jualan ya saya tinggal tidur. Lumayan kan? Ya dapat uang dengan hidup santai,” kata ibu satu anak itu.

Menurut Karin, dalam sehari ia bisa tidur sampai 5 kali. Sehabis subuh, pukul 10.00 sampai siang, pukul 14.00 sampai sore, sesudah Magrib sampai Isya dan pukul 22.00 sampai pagi.

Tak akuin sih tidurku lebih banyak daripada meleknya. Kalau tidurnya kurang sumpah kepalaku cenat cenut,” kata Karin.

Tak heran, ketika suaminya protes dengan pola hidupnya, Karin lebih memilih mengajukan gugatan cerai ke PA pada Desember 2016 lalu.

Sementara itu, Donjuan mengatakan cukup kaget ketika tahu bila istrinya mengajukan gugatan cerai kepadanya.

“Saya itu lho cuma ngingatin dia. Masak hidup buat tidur, saya juga takut kalau dia kena diabetes soalnya habis makan langsung tidur,” jelasnya.

Namun, upaya mengingatkan sang istri justru mendapat penolakan dari keluarganya.

Mereka menuding kalau Donjuan marah kepada Karin karena hanya mengincar kekayaanya.

“Saya kerja kok. Emang keluarga istri punya empat kos-kosan dan mobil gitu, tapi ya masak saya ambil,” pungkasnya. (Umi Hany Akasah – Radar Surabaya)

Respon Anda?

komentar