Batam Tidak Masuk Dalam Destinasi Wisata Unggulan Nusantara

Turis Singapura tiba di Pelabuhan Internasional Sekupang, Sabtu (11/3). Di hari Sabtu dan Minggu turis luar negeri ramai mengunjungi Batam untuk liburan dan belanja. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – BatamĀ  boleh bangga sebagai penyumbang kunjungan wisatawan ketiga terbesar secara nasional setelah Bali dan Jakarta.

Tapi sayangnya, daerah ini tidak masuk dalam destinasi wisata unggulan Nusantara.

Hal inipun sangat disayangkan Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk.

“Saat ini Batam tidak masuk dari 10 destinasi unggulan pariwisata di Indonesia. Padahal Batam adalah penyumbang wisman terbesar ketiga,” kata Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk.

Jadi menuturkan saat ini Pemerintah Kota (Pemko) Batam semestinya mengambil peluang besar dari kedatangan wisatawan mancanegara (wisman). Mereka jangan hanya sekadar menginap saja di hotel. Tetapi harus berinteraksi dengan penduduk sekitar, otomatis akan terjadi transaksi jual beli dan berpengaruh terhadap ekonomi.

Untuk itu dia meyakini Pemko Batam akan sangat mendukung sektor pariwisata. Apalagi 2016 lalu, Walikota Batam Muhammad Rudi sudah mencanangkan Batam sebagai daerah pariwisata.

“Kami berharap Pemko bisa menganggarkan tempat untuk UKM memasarkan kerajinan. Jadi setiap pelancong yang ada bisa berbelanja,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum BPP PHRI, Hariyadi B Sukamdani menuturkan perawatan destinasi masuk dalam hal-hal yang perlu dilakukan secara bersama. Pemerintah dan stakeholder harus mengampanyekan destinasi wisata Batam ke masyarakat luas. “Tak hanya pemerintah dan pengusaha. Namun juga masyarakat,” tutur Hariyadi.

Dia menyebutkan, salah satu kunci daerah menjadi destinasi wisata unggulan yakni kebersihan dan kesediaan toilet. Sebab hal ini kerap kali ditemui di lokasi objek wisata.

“Kalau tidak dijaga, cukup sekali saja wisatawan itu datang. Dan kitalah yang rugi. Masyarakat harus ikut berpartisipasi, jangan sampai masa bodoh mengenai hal ini,” tambahnya lagi.

Ketua Gabungan Industri dan Pariwisata Indonesia (GIPI) Didin Junaidi menyarankan, Batam agar fokus pada negara tetangga dalam mempromosikan wisatanya.

“Batam sebagai daerah yang paling dekat dengan Singapura dan Malaysia harus fokus menarik mereka semaksimal mungkin,” tutur dia.

Upaya itu, lanjutnya, dapat dilakukan dengan membuat event menarik bagi wisatawan di dua negara tersebut. Lalu diperlukan kerjasama seluruh pengusaha di bidang wisata di Kepri untuk membuat kesepatan yang dapat mendatangkan wisatawan. (ian/aya)

Respon Anda?

komentar