Pembangunan Gedung SMP Negeri di Tanjungriau Dihentikan, Warga…

731

batampos.co.id – Pupus sudah impian warga Tanjungriau, Sekupang untuk memiliki sekolah SMP negeri. Pasalnya, pembangunan gedung SMP yang terletak di lahan yang curam itu resmi dihentikan oleh Dinas Pendidikan Kota Batam.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin mengatakan sekolah di Tanjungriau distop pembangunanya. Alasannya, karena berada di tepi jurang. Lahan yang sudah dibangun beberapa pancang tersebut merupakan proyek dari Dinas Tata Kota dulu.

Padahal saat ini telah berdiri kokoh sejumlah tiang pancang. Sekolah ini awalnya dibangun oleh Dinas Tata Kota Batam tapi tak jadi diteruskan karena kondisi lahan yang curam.

Penghentian pembangunan ini juga bakal berimbas pada penerimaan siswa baru yang akan segera dimulai. Dimana banyak orangtua yang meminta agar dilakukan penerimaan di sana.

“Sekolah itu sudah tidak dilanjutkan pembangunannya. Nah mereka (warga, red) yang di sana memaksa ingin diterima siswa baru,” kata Muslim.

Diungkapkannya, karena tak ada ruang belajar maka sulit untuk dilakukan penerimaan siswa baru.

“Ruang tidak ada, dimana mau belajar,” sebutnya.

Saat ini, masih ada beberapa sekolah yang menumpang di sekolah lain karena tidak ada gedung. “Nebeng di sekolah lain tentunya tidak efektif, tapi mereka yang mau, makanya kami tidak mengizinkan lagi adanya penerimaan karena gedung tak ada,” tegasnya.

Pria kelahiran Rempangcate ini menyebutkan, saat ini banyak masyarakat yang meminta dibangun sekolah. Desakan ini tidak bisa diakomodir semua. Buktinya tahun ini tidak ada satu sekolah yang dibangun oleh Pemko Batam, karena keterbatasan anggaran.

“Setiap musrembang warga selalu minta sekolah, mereka bilang lahannya sudah ada, namun anggaran kita terbatas,” ujar pria yang sudah menjabat sejak 2007 lalu ini.

Sementara itu tokoh masyarakat di Tanjungriau, Muhammad Safi’i mengatakan kebutuhan akan SMP di Tanjung riau memang sudah sering disampaikan.

“Bahkan pancangnya sudah ada sejak 2014 lalu,” kata dia.

Saat ini anak-anak bersekolah di SMP 3 dan 20 Batam yang berada di Seiharapan, lokasinya cukup jauh dari tempat tinggal mereka.

“Kami sangat berharap Pemko Batam cepat membangun sekolah di kampung kami,” ujarnya.(cr17)

Respon Anda?

komentar