Dua pemain senior Persebaya Mat Halil dan Rendi Irwan. (Angger Bondan/Jawa Pos)

batampos.co.id – Minggu sore (19/3/2017) terjadi laga legendaris Persebaya Surabaya melawan PSIS Semarang.

Bagi Persebaya ini kali pertama laga di depan publik sendiri selama hampir empat tahun terakhir.

Tim berjuluk Green Force itu jelas ingin menyempurnakan Homecoming Game di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, tersebut dengan kemenangan. Persebaya ingin menegaskan kepada publik Indonesia bahwa mereka telah kembali.

Terlebih, saat dijamu PSIS terlebih dahulu di Semarang persis sepekan lalu (12/3), Persebaya takluk 0-1 dalam laga yang berlangsung ketat dan seru.

Jadi, sore nantilah waktu yang tepat untuk membayar tuntas kekalahan itu di hadapan puluhan ribu pendukung sendiri.

”Ini laga yang sangat penting bagi kami. Kemenangan jadi target untuk memantapkan fondasi tim sekaligus sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada loyalitas Bonek,” kata Iwan Setiawan, pelatih Persebaya.

Keberhasilan menjuarai Dirgantara Cup di Sleman lalu memang menjadi modal berharga Green Force menatap Liga 2. Namun, sejumlah kekurangan yang terpantau dalam turnamen itu, juga saat dijamu PSIS sepekan lalu, tentu harus dibenahi dalam sebulan waktu tersisa sebelum kickoff Liga 2.

Di jantung lini tengah, misalnya, duet Sidik Saimima dan Misbakhus Solikin memang telah menunjukkan kerja sama yang prima. Mereka menjadi inisiator serangan, pengatur tempo, sekaligus tembok bagi pertahanan.

Yang jadi persoalan adalah menemukan solusi kombinasi yang pas apabila satu di antara dua gelandang tersebut tak bisa tampil karena berbagai alasan. Karena itulah, sore nanti Iwan mungkin kembali melakukan sejumlah perubahan dari kerangka inti yang sejatinya sudah tergambar dalam final Dirgantara Cup melawan Cilegon United lalu (8/3).

”Mumpung masih pramusim, saya ingin mencoba kombinasi Sidik-Ridwan (Awaludin),” ujar Iwan.

Pilihan lain di tengah adalah Abu Rizal Maulana. Meski demikian, Solikin sangat mungkin akan tetap diberi kesempatan bermain kendati tidak sejak menit pertama.

”Saya yakin, main di kandang, karakter teman-teman bakal keluar semua,” kata Solikin.

Perubahan juga akan dilakukan Iwan di sektor pertahanan. Bek tengah baru, Rachmat Latief, mungkin bakal dijajal berduet dengan bintang muda Green Force Rachmat Irianto. Sebuah pilihan yang tampaknya berisiko, tapi memang harus dijajal.

Di depan, Rachmat Afandi memang sudah pulih dari cedera paha. Tapi, Iwan sepertinya akan memberikan kesempatan terlebih dahulu kepada penyerang seleksi Bijahil Chalwa.

Iwan belum puas dengan performa mantan penyerang Persela Lamongan dan Persibo Bojonegoro itu sejauh ini. Meski, dalam sesi latihan terakhir, dia dianggap mulai bisa beradaptasi dengan pola yang diinginkan Iwan.

”Modal Silwa (panggilan Iwan untuk Chalwa) untuk jadi penyerang bagus sudah ada. Sangat mungkin dia akan jadi starter,” ucapnya.

Seperti juga tim tuan rumah, pelatih PSIS Subangkit menegaskan bahwa pasukannya datang untuk mengulangi kesuksesan sepekan lalu. Yakni, merebut kemenangan. Tekanan puluhan ribu Bonek –julukan suporter Persebaya– diyakini Subangkit tidak akan meruntuhkan mental Johan Yoga Pratama dkk.

”Sejak saya menjadi pemain, pertandingan antara Persebaya kontra PSIS selalu sengit. Laga ini juga bisa menjadi sarana untuk menempa mental away para pemain,” kata mantan penggawa Persebaya itu.

Subangkit memboyong pemain yang tak berbeda dengan laga pertama. Duet striker-second striker, Johan-M. Yunus, akan tetap jadi andalan untuk menggedor pertahanan Persebaya yang dikawal duet bek tengah yang belum pernah berpasangan. Yunus pula yang membobol gawang Persebaya di Semarang pekan lalu.

”Kalau bisa mencetak gol di sini (Gelora Bung Tomo), pasti akan saya lakukan,” kata Yunus.

Jadi, benar kan, bagi dua tim raksasa eks Perserikatan tersebut, tak ada yang namanya tidak all-out untuk uji coba sekalipun. Karena itu, hanya lewat kerja keras Persebaya bisa menyempurnakan Homecoming Game-nya dengan kemenangan. (io/c10/ttg)

Respon Anda?

komentar