Sepi Pembeli, Pedagang Nilai Pemerintah Kurang Perhatian

482
Pesona Indonesia
Saat ini kondisi di pasar Dabo pedagang lebih banyak dari pembeli. Foto: Wijaya Satria/batampos.

batampos.co.id – Pedagang di Pasar Dabo Singkep resah akibat semakin sepi pembeli sejak beberapa bulan terakhir. Kondisi ini mengakibatkan omset penjualan pedagang terjun bebas hingga ada yang dalam kondisi diambang kebangkrutan, bahkan banyak sayur yang mesti dibuang karena busuk, tak habis terjual.

“Bagaimana mau jualan lebih ramai pedagang sekarang ini dibanding pembeli yang datang belanja ke pasar,” ujar Suryansyah ketika ditemui saat terduduk dibelakang meja jualan di Pasar Dabo Singkep, Minggu (19/3) pagi.

Menurut Suryansyah, kondisi ini diperparah karena kebijakan pemerintah daerah yang mempersulit pembeli untuk masuk ke dalam pasar untuk belanja. Salah satu penyebab yang diuangkapkan Suryansyah terkait penerapan parkir berbayar oleh Pemkab Lingga sejak awal bulan ini.

Suryansyah menambahkan, penerapan pungutan retribusi parkir semestinya ada batas waktu yang ditentukan. Namun saat ini pemerintah, sejak memberlakukan parkir berbayar, berlaku dari pagi hingga sore hari,” ibu-ibu belanja seribu dua ribu, tambah parkir lagi. Jadi makin malas mereka belanja, kan lebih baik kalau ada batas waktu hingga jam 1 atau jam 2 aja,” ujar Suryansyah.

Bahkan dengan kesal Suryansyah menunjukkan ember tempat dia menyimpan uang dari balik meja jualannya. Isi uang yang dikumpulkannya sejak pagi tak sampai Rp 200 ribu, padahal menurutnya sebelum kondisi sepi seperti ini setiap hari Minggu dia dapat mengumpulkan uang hingga ratusan ribu.

Sepinya pembeli juga membuat Ahmad, pedagang lainnya di Pasar Dabo, angkat bicara. Ahmad mengatakan, selain kebijakan parkir, pria pedagang sayur mayur itu meminta kepada pemerintah agar pemberlakuan satu jalur tidak diberlakukan lagi.

Menurut Ahmad, kesemrawutan terjadi karena mobil diizinkan melintas beberapa waktu lalu, bukan karena dua arus. Untuk itu Ahmad meminta agar peraturan satu jalur diberhentikan, namun mobil tetap tidak boleh melintas memasuki jalan areal pasar.

“Biarlah dua arah, cuma mobil tetaplah tidak boleh masuk. Kan jalan juga sempit,” ujar Ahmad.

Ahmad juga mengaku karena kondisi sepi seperti ini, sayur kucai yang biasa dijualnya belasan kilo perhari kini dia hanya menjajahkan tiga kilo saja perhari, itupun hingga menjelang siang sayur tersebut masih menggunung dan layu, tak laku dijual.

Beda dari dua pedagang sebelumnya, Zul berpendapat penyebab kondisi semakin sepi pembeli di Pasar Dabo Singkep, karena tidak adanya lapangan kerja layak yang dapat memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Saat ini warga semakin gamang untuk mencari pekerjaan yang mengahasilkan uang.

Zul menambahkan, sepinya lapangan kerja ini harus cepat disikapi pemerintah daerah. Program pemerintah yang ada saat ini juga dinilai Zul, memakan jangka waktu yang panjang untuk menambah pundi-pundi pendapatan masyarakat.

“Bagaimana warga mau belanja kalau tak ada penghasilan yang layak,” ujar Zul.

Seluruh pedagang yang berhasil diwawancara Batam pos, meminta kepada Bupati Lingga Alias Wello untuk dapat berkunjung ke Pasar Dabo Singkep agar dapat mendengarkan masukan dan keluh kesah pedagang. (was)

Respon Anda?

komentar