Tergiur Rp1,2 Miliar, Oknum PNS Terlibat Perampokan

772
Edi Ahmad, tersangka pelaku percobaan perampokan dibawa polisi ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan setelah ditangkap dan diamuk massa. Foto: Sandi/batampos.

batampos.co.id – Isna, seorang ibu rumah tangga, RT 002 RW 001, Kelurahan Teluk Air, Kecamatan Karimun berhasil selamat dari aksi perampokan, Sabtu (18/3) sore pukul 18.30 WIB. Saat itu korban kedatangan tiga orang tamu yang ke rumahnya dengan berpura-pura ingin mengantarkan kiriman uang dari Singapura. Beruntung, korban berhasil lari keluar dari rumah dan berteriak minta tolong yang akhirnya salah satu pelaku ditangkap warga dan menjadi sasaran amuk massa.

”Saya di rumah bersama dengan anak dan juga keponakan saya. Setelah selesai salat magrib, tiba-tiba ada tiga orang datang ke rumah sambil mengatakan mau ketemu Andut. Nama panggilan saya Andut. Lantas, saya bilang saya andut. Pelaku bilang ada kiriman uang dari Singapura. Salah satu dari tiga orang yang datang tersebut saya kenal wajahnya, tapi tidak tahu nama,” ujar Isna kepada Batam Pos, yang ditemui di Puskesmas Tanjungbalai Karimun.

Akhirnya lanjut Isna, pelaku berusaha memaksa masuk ke dalam rumahnya dengan alasan tidak enak menyerahkan uang di liuar. Tapi, Isna tidak izinkan masuk. Akhirnya pelaku berhasil masuk secara paksa dan mengeluarkan pisau dari kantong plastik yang dibawanya.

Pada saat pelaku menodongkan pisau sambil mengatakan minta semua uang yang ada di dalam rumah, korban mengaku tidak punya uang. “Saat itu saya hanya berdoa kepada Allah agar dapat diselamatkan. Kemudian, anak saya coba menyelamatkan saya berkelahi dengan pelaku (R Edi Ahmad, red),” ungkap Isna.

Kemudian Isna berusaha keluar dari rumah, namun ada pelaku lain yang menunggu di pintu samping lainnya dengan menggunakan pisau. Namun Isna berhasil keluar dari rumah sambi berteriak minta tolong.

Akibat perkelahian tersebut, anak Isna mengalami luka tusukan pada bagian bahu selelah kiri. Kemudian, warga ramai-ramai datang ke rumah mengamankan satu orang pelaku. Sedangkan, dua orang pelaku lainnya berhasil melarikan diri.

Kapolsek Kota Balai Karimun, AKP Lulik Febyantara secara terpisah membenarkan peristiwa percobaan perampokan atau pencurian dengan kekerasan dengan modus berpura-pura mengantarkan kiriman uang.

”Pelaku ada tiga orang. Satu orang berhasil ditangkap massa bernama R Edi Ahmad. Sedangkan, dua orang lagi berinisial Jm dan Dn masih dalam pengejaran bersama Sat Reskrim Polres Karimun,” paparnya.

Hasil penyelidikan yang dilakukan polisi, kata Lulik, bahwa pelaku sebenarnya ada empat orang. Yang satu lagi adalah rekan dari tersangka R Edi Ahmad. Yakni, Zulkepli yang merupakan aparatur sipil negara (ASN/PNS). Karena, membantu mencarikan dua orang pelaku untuk menemani tersangka R Edi Ahmad dalam beraksi. Dan, malam itu juga dilakukan pengejaran dan akhirnya Zulkepli berhasil ditangkap di Pelabuhan Sri Tanjung Gelam.

”Dari keterangan tersangka R Edi Ahmad, bahwa dia mendengar dari omongan orang bahwa korban mendapatkan asuransi sebesaar Rp1,2 miliar. Lantas hal ini diceritakan tersangka Edi kepada Zulkepli. Kemudian, tersangka Zulkepli mendatangi rumah korban dengan berpura-pura mencari tempat untuk ngekos. Ternyata tujuannya, untuk memastikan dimana letak kamar korban, sehingga mudah untuk mengambil uang tersebut. Dari pengakuan korban sendiri memang ada menerima uang asuransi, namun nilainya bukan Rp1,2 miliar, melainkan hanya Rp1,1 miliar,” jelasnya. (san)

Respon Anda?

komentar