Untung Rugi Ibu Kota Pindah ke Palangkaraya

947
Pesona Indonesia
foto: Dronestagram

batampos.co.id – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Dodi Riyadmaji mengatakan, membangun sebuah wilayah untuk menjadi ibu kota akan memakan waktu yang lama. Karena diperlukan penelitian yang panjang.

“Jadi bukan sesuatu yang istilahnya langsung kayak jaman wayang dulu (langsung jadi),” ujar Dodi kepada JawaPos.com, Senin (20/3).

Menurut Dodi, perlu ada kajian lengkap dan mendalam mengenai untung atau ruginya keuangan negara. Untuk itu pihaknya juga sudah menggandeng Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Dia mengaku sudah mendapat bocoran jika ibu kota dipindahkan ke Palangkaraya, maka akan menghemat anggaran Rp 2 triliun. Namun angka tersebut masih belum pasti lantaran harus melakukan penelitian lebih dalam.

“Nah kalau itungan akan menunjukan lebih efisien dalam angka panjang dan seterusnya, maka pilihannya barangkali adalah pindah,” katanya.

Dia juga mengaku nantinya kantor-kantor kementerian akan dipindahkan ke Palangkaraya. Sehingga persiapannya mulai dari perencanaan pembangunannya harus dilakukan dengan teliti.

Selain itu, Dodi juga menyatakan setuju jika Palangkaraya menjadi ibu kota. Karena tidak berada dalam lingkaran bencana atau ring of fire. Sehinga tidak akan ada gunung meletus ataupun bencana tsunami.

“Kalau potensi bencana memang minim untuk bencana alamnya,” pungkasnya.

Seperti telah diberitakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mewacanakan Palangkaraya menjadi ibu kota negara. Ide ini selaras dengan Presiden Soekarno di tahun 1950-an. Bung Karno ketika itu sudah meramalkan Jakarta akan tumbuh sangat padat.  Dan Palangkaraya merupakan kota yang ideal buat menggantikan Jakarta. (cr2/JPG)

Respon Anda?

komentar