165 Kg Sabu Berasal dari Malaysia Lewat Bintan 

849
Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian didampingi Bupati Bintan Apri Sujadi dan Kapolres Bintan AKBP Febrianto Guntur Sunoto memperlihatkan barang bukti sabu dan dua tersangka di Mapolres Bintan, Senin (20/3), F.Choky/ Batam Pos

batampos.co.id – Bintan, menjadi salah satu akses pintu masuk narkoba jenis sabu dan ekstasi. Hal ini terungkap dari hasil pengembangan yang dilakukan tim Satresnarkoba Polres Bintan, terhadap kedua pelaku, yakni Su’iri, 40, dan Achyadi, 32, yang berhasil diamankan, dengan membawa narkoba jenis sabu sebanyak 16,5 kg dan 1.005 butir ekstasi, di Pelataran parkir Hotel Comfort, Jumat (17/3) lalu.

Pelaku sudah tiga kali melakukan aksi yang sama, dengan membawa barang narkoba tersebut melalui akses pintu masuk dari Kabupaten Bintan.
“Berdasarkan pengakuan yang kami dapatkan. Sebelumnya pelaku juga sudah dua kali melancarkan aksinya membawa barang yang sama (Sabu, red) dari Malaysia, melalui pelabuhan Sri Bayintan, Kijang, Bintan,” jelas Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian, dalam ekspose yang digelar di Polsek Gunung Kijang, Bintan, Senin (20/3).
Sam menjelaskan sebelum dilakukannya penangkapan, kedua pelaku ini memang sudah diintai oleh tim Satresnarkoba Polres Bintan. Pengintaian ini, tentunya berdasarkan informasi yang didapat dari masyarakat, dimana dicurigai kedua pelaku ini membawa narkoba jenis sabu yang disimpan didalam mobil.
“Sejak Selasa (Kemarin, red) tim sudah mengawasi gerak-gerik pelaku yang mencurigakan dari Pelabuhan Berakit. Tapi tim belum bisa memastikan apakah barang haram tersebut memang betul ada di dalam mobil atau tidak,” sebutnya.
Ia menuturkan pengawasan pun terus berlanjut, hingga kedua pelaku sempat menginap di dua   hotel yang berbeda, yakni di hotel  Halim yang berada di kilometer 6, dan hotel Comfort di kilometer 10 Tanjungpinang.
“Pelaku pun akhirnya berhasil diamankan pada saat keluar dari hotel Comfort sekitar pukul 17.00 WIB. Dan dari hasil penggeledahan di bagasi mobil didapat dua koper hitam berisikan sabu sebanyak 16,5 Kg dan dua paket pil ekstasi berjumlah 1.005 butir,” terangnya.
Lanjutnya barang tersebut pun rencananya akan dibawa oleh kedua pelaku ke Jakarta melalui Pelabuhan TanjungPriok, dan dilanjutkan lagi ke Kota Sampit Provinsi Kalimantan Tengah, untuk diedarkan.
“Muaranya ke Kota Sampit. Dan barang ini sudah ditunggu oleh seseorang yang berinisial K yang saat ini masih menjadi DPO,” sebutnya.
Dia menambahkan dua pelaku yang merupakan kurir ini juga diberikan imbalan masing-masing sebesar Rp 10 juta, apabila berhasil menghantar barang haram tersebut sampai ke tempat tujuan.
“Akibat dari perbuatannya kedua pelaku ini akan dikenakan pasal 114 ayat 112 ayat 2 132 ayat 2 dengan ancaman pidana masing-masing minimal 6 tahun dan paling lama 20 tahun,” tutupnya. (cr20)

Respon Anda?

komentar