Akhirnya, Jembatan Seilangkai Dibongkar

Jembatan Seilingkai saat dibongkar pagi ini (21/3/2017).
foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Jembatan yang mempersempit alur sungai di Seilangkai, Sagulung mulai dibongkar, Selasa (21/3) pagi. Pembongkaran dilakukan oleh pihak proyek reklamasi yang membangun jembatan tersebut.

Satu unit alat berat beko diterjunkan untuk mengangkat paku bumi yang dijadikan sebagai badan jembatan.

Sampai pukul 10.30 WIB, pembongkaran baru dilakukan sisi jembatan arah Kaveling wilayah Dapur 12. Sisi sebelahnya belum tersentuh tiang panca yang diangkat cukup berat dan berisiko.

“Butuh waktu juga nih, karena medannya juga cukup berbahaya. Tapi kami akan selesaikan hari ini juga,” ujar seorang pekerja di lapangan.

Camat Sagulung Reza Khadafi mengatakan pembongkaran tersebut memang harus dilakukan oleh pihak proyek, sebab memang menyalahi aturan dan mempersempit alur sungai.

“Harus itu, kami akan pantau mereka,” ujar Reza singkat.

Sebelumnya Tim gabungan dari kecamatan Sagulung dan Dinas Lingkungan Hidup kota Batam batal membongkar jembatan yang mempersempit alur sungai di Seilangkai. Imbasnya pemukiman warga mulai terendam banjir saat hujan deras mengguyur kota Batam pagi sampai Senin (20/3) siang kemarin.

Jembatan itu dirasa menganggu warga. Imbasnya saat hujan deras mengguyur kota Batam pagi sampai siang kemarin, pemukiman warga di Sagulung banyak yang terendam banjir. Itu karena saluran pembuangan tidak mampu menahan debit air hujan. Air yang seharusnya mengalir ke arah laut jadi tersendat karena persempitan alur sungai tersebut. Warga yang berdiam di perumahan Puteri Hijau, kaveling baru dan sekitarnya umumnya berjibaku dengan genangan air sepanjang hari kemarin.

Banjir tidak saja masuk hingga ke dalam perumahan tapi juga menggenani badan jalan. Seperti yang terpantau di jalan masuk perumahan Puteri hijau atau dekat kantor camat Sagulung. Genangan air memenuhi badan jalan karena parit pembungan sama sekali tak berfungsi.

Kondisi seperti itu diakui warga terjadi semenjak ada proyek reklamasi di bibir pantai dekat hutan bakau kelurahan Seilangkai itu. Penyempitan alur sungai dengan pembangunan jembatan telah memberi dampak buruk bagi lingkungan warga di sekitar.

Jembatan sungai Seilangkai, Sagulung sebelum dibongkar oleh pihak pengembang, Senin (20/3). Dengan adanya jembatan ini mebuat alur sungai menjadi sempit yang menyebabkan banjir kerumah warga sekitar. F. Dalil Harahap/Batam Pos

Bahaya banjir tidak saja dirasakan warga Sagulung, warga Batuajipun demikian. Parit pembuangan di sekitar pasar Aviari, RSUD, Puskopkar misalkan juga dipenuhi genangan air yang merata dengan badan jalan. Itu karena parit utama itu tak berfungsi normal sebab air yang seharusnya mengalir ke sungai itu jadi ikut tersendat karena penyempitan itu.”Sejak ada proyek itulah terasa kali banjir kalau hujan. Sebelumnya jarang banjir, tapi karena parit tak ngalir lagi jadi banjir seperti ini,” ujar Adit, seorang warga di Puteri Hijau, Sagulung.

Sementara itu pantauan di lokasi sungai, sepanjang hari Senin (20/3/2017), tampak penuh dengan genangan air. Air dari saluran pembungan memang tak bisa mengalir ke dalam sungai sebab sungai sendiri sudah penuh dengan genangan air.

Lokasi jembatan yang menjadi penyebab banjir masih berdiri kokoh hingga siang kemarin. Sungai di kolong jembatan yang lebarnya hanya sekitar enam meter memang tak bisa melancarkan aliran air dari sungai tersebut. Air terlihat rata dengan badan jembatan. Belum ada aktifitas pembongkaran apapun sepanjang siang kemarin. (eja)

Respon Anda?

komentar