Asep Nana Suryana. Foto: Yusnadi/batampos.

batampos.co.id РDirktur Utama (Dirut) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tanjungpinang, Asep Nana Suryana telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Kepri. Sebab Asep terbukti ikut menikmati aliran dana dari praktik pungutan liar (pungli) penyewaan lapak dan kios di Pasar Bintan Center.

Informasi di lapangan, sebelum Asep ditetapkan sebagai tersangka. Tim Saber Pungli Polda Kepri berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap, Selamat, karyawan BUMD yang bertugas menarik setoran penyewaan lapak dan kios. Selamat diamankan beberpa personil kepolisian ketika sedang bertransaksi dengan salah satu pedagang di Pasar Bintan Center, Batu 9.
Setelah penangkapan tersebut, Tim Saber Pungli melakukan pemeriksaan terhadap Dirut BUMD. Kemudian juga memeriksa anaknya Dirut BUMD, Sangaji. Sebab Sangaji bekerjasama dengan tersangka OTT dalam mengeluarkan Surat Penyewaan (SP) seluruh lapak dan kios yang dikelola BUMD. Kemudian Sekda Pemko Tanjungpinang, Riono yang juga menjabat sebagai dewan direksi BUMD ikut diperiksa untuk memberikan kesaksian.
Dewan Direksi BUMD, Riono membenarkan jika Asep Nana Suryana telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Kepri. Meskipun demikian, dirinya belum bisa memastikan jika Asep bersalah dalam kasus praktik pungli dalam penyewaan lapak dan kios yang dikelola perusahaan daerah (perusda) ini.
“Kami yakin Asep tidak bersalah. Maka kami atas nama Pemko Tanjungpinang dan Dewan Direksi BUMD memegang teguh azas praduga tidak bersalah dalam penetapan Asep sebagai tersangka,” ujar Riono ketika dikonfirmasi, Senin (20/3).
Disindir Pemko Tanjungpinang selaku pemegang saham utama akan memberikan bantuan hukum, Riono mengaku pemerintah tidak akan memberikan bantuan hukum apapun kepada Asep. Sebab BUMD itu berbentuk badan perusahaan sehingga Pemko Tanjungpinang tidak memiliki hak untuk menyediakan atau memberikan bantuan hukum.
Kemudian, kata Riono, BUMD juga telah memiliki pengacara sendiri. Maka untuk menangani berbagai masalah yang dialami  internal perusda tersebut akan ditangani sepenuhnya oleh pengacaranya.
“Pemko tidak berhak memberikan bantuan hukum kepada perusahaan. Maka yang membantu Asep dalam menyelesaikan masalahnya yaitu pengacara yang dipekerjakan oleh perusdanya sendiri,” jelasnya.
Ditanya sosok yang dipercayai untuk menggantikan kursi Dirut BUMD, Riono menjelaskan pihaknya tidak ingin gegabah dalam memutuskan sosok penggantinya. Sebab dalam kasus ini belum ada kepastian hukum yang tetap atau inkrah.
Kendati demikian, sambung Riono, dewan direksi dan Pemko Tanjungpinang akan menggelar rapat dalam waktu dekat ini. Tujuannya untuk memilih sosok pengganti untuk sementara waktu dalam memipin BUMD sambil menunggu proses hukum Asep.
“Sosok yang menggantikan posisi dirut semntara berasal dari internal. Kemungkinan besar dari kalangan Direktur Pembantu yaitu Zondervan,” ungkapnya. (ary)

Respon Anda?

komentar