DS Simpan 517 Gram Sabu di Celana Dalam

426
Pesona Indonesia
KPPBC Tipe Madya pabean B TBK ketika melakukan ekspose tersangka DS yang membawa sabu setengah kilogram. Foto: Tri/batampos

batampos.co.id – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Tanjungbalai Karimun, berhasil menyita 517 gram sabu dari tangan tersangka DS, Jumat (17/3) sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, warga asal Medan ini, baru tiba dari Kukup Malaysia menggunakan MV Putra Maju.

Melihat gerak tersangka yang mencurigakan, petugas langsung melakukan penggeledahan. Hasilnya, ditemukan empat bungkus plastik berisi serbuk putih yang diduga narkotika golongan I berupa methamphetamine (sabu).

”Tersangka DS ketika kita lakukan pemeriksaan, terlihat gugup dan gelisah saat melewati x-ray. Kemudian petugas melakukan pemeriksaan seluruh badan. Dan ketika mengecek bagian perut ke bawah, tepatnya bagian selangkangan ditemukan empat bungkus berisikan serbuk di dalam celana dalamnya,” jelas Kepala kantor KPPBC Tipe Madya Pabean B Tanjung Balai Karimun Benhard Siburani, kemarin (20/3).

Dikatakan, barang bukti (BB) yang berhasil diamankan tiga unit telepon seluler, satu paspor, empat bungkus shabu dengan berat kurang lebih 517,65 gram dan uang dalam bentuk rupiah sekitar Rp300 ribu lebih. Dan tersangka DS bersama barang buktinya sudah diserahkan kepada pihak Polres Karimun untuk ditindaklanjut.

”Kenapa kita lakukan ekspose, karena sedang dilakukan pengembangkan bersama pihak Polres Karimun hingga ke Pekanbaru. Sesuai informasi tersangka DS yang akan mengedarkan barang haram tersebut di Pekanbaru, melalui jalur laut yang masuk ke Karimun,” timpal Kabid Penindakan dan Sarana Operasi DJBC Khusus Kepri R Evi S.

Sementara Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim memberikan apresiasi kepada pihak BC yang telah berhasil mengagalkan penyelundupan barang haram ke wilayah Karimun. Sebab, daerah kabupaten Karimun adalah daerah transit dari berbagai daerah baik lokal maupun International. Sehingga, penyelundupan narkoba sangat tinggi terjadi dengan berbagai cara dan modus penyelundupan.

”Jadi saya menghimbau kepada seluruh masyarakat kabupaten Karimun, untuk dapat memberikan informasi kepada pihak-pihak terkait apabila terjadi kejanggalan dilingkungan terhadap warga yang baru tinggal,” pesannya.

Terpisah tersangka DS mengaku baru dua kali ini masuk ke wilayah Karimun. Dan dirinya, diupah Rp10 juta satu kali jalan untuk membawa barang haram tersebut yang akan diedarkan di wilayah Pekanbaru.

”Yang order orang Pekanbaru. Masuk baru sekali ini lewat Karimun,” singkatnya. (tri)

Respon Anda?

komentar