Maryam, Bocah Suku Laut Ikut STQ

454
Maryam (kanan) anak suku laut salah satupeserta STQ ke VII Kabupaten Lingga bersama Edo. F. ist.

batampos.co.id – Kegiatan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) ke VII kabupaten Lingga kali ini terasa berbeda. Pasalnya, bocah kelas V SD 022 Penaah, Kecamatan Senayang warga asli suku laut ikut tampil dalam kegiatan malam Taaruf tersebut, Minggu (19/3) malam.

Gadis kecil tersebut bernama Maryam. Usianya baru 10 Tahun. Sejak berumur 5 tahun 8 bulan, ia sudah diasuh Darlisa dan Abang Marwan, kepala desa Penaah. Sejak itu, Maryam diajarkan membaca Al Quran dan juga mendapat pendidikan dibangku sekolah dasar (SD).

Saat tampil, Maryam membacakan Surah Al- Baqarah ayat 21 sampai 25 di depan pejabat-pejabat Lingga mulai dari bupati Lingga Alias Wello, wakil Bupati Muhammad Nizar dan ribuan warga yang hadir. Meski baru pertama kali tampil, Maryam mengaku tidak gugup. Bersama rekannya Edo Akbar pembaca saritilawah, Maryam memukau penonton malam itu.

“Saya tidak gugup. Senang sekali,” tutur Maryam usai membaca kalam ilahi kepada wartawan Batam Pos.

Kepada awak media, Maryam menuturkan mengenal huruf ijaiah tersebut dari Darlisa. Ibu angkatnya. “Ibu yang ajarkan setiap hari. Sekarang saya masih mengaji. Baru Juz 25,” tambahnya.

Selain fasih membaca Al Quran, Maryam anak kandung dari Zahra warga asli suku Laut selat Kongky ini juga memiliki prestasi dibangku sekolah. Ia bercita-cita menjadi perawat dimasa mendatang. “Disekolah dapat juara 3. Kalau sudah besar saya ingin jadi perawat,” jelasnya.

Ditempat yang sama, aktivis berantas buta aksara suku laut di Penaah, Densy Diaz mengaku terharu dan bangga tampilnya Maryam saat kegiatan STQ ke VII. Kesempatan yang diberikan Pemkab Lingga tersebut kata Diaz menjadi bukti jika anak-anak suku Laut mampu dan ingin ikut dalam pembangunan kabupaten Lingga.

“Semoga ke depan, tidak hanya Maryam. Tapi banyak lagi anak-anak suku laut yang ikut tampil dan kalau boleh menjadi peserta STQ maupun MTQ. Mereka adalah anak-anak kabupaten Lingga. Yang mereka butuhkan adalah pembinaan dan perhatian. Beri ruang dan kesempatan untuk mereka memajukan Bunda Tanah Melayu ini,” pungkas Diaz. (mhb)

Respon Anda?

komentar