Nisan Penanda Peradaban

1864
ilustrasi

batampos.co.id – Sebuah batu nisan akan diperkenalkan ke dunia melalui Unesco.

Pengenalan itu akan dilakukan dengan cara mendaftarkan batu nisan tersebut ke bagian dari lembaga PBB itu.

Kepala Biro Humas Setda Aceh, Mulyadi Nurdin mengatakan, pada dasarnya Gubernur Aceh sangat setuju bila batu nisan Aceh didaftarkan di Unesco yang masuk dalam lembaga PBB.

“Pertemuan hari ini untuk follow up apa yang sudah disampaikan kepada Gubernur Aceh pada 12 maret lalu. Supaya batu nisan Aceh didaftarkan ke Unesco. Kita sedang menyiapkan syaratnya,” ujar Mulyadi Nurdin, seperti dilansir Rakyat Aceh (Jawa Pos Group), Selasa (21/3).

Menurutnya, batu nisan Aceh sudah saatnya didaftarkan ke Unesco, dan pemerintah Aceh terus menyiapkan langkah-langkah yang diambil.

“Seperti tari saman Aceh itu sudah kita daftarkan di PBB,” jelasnya.

Adapun, keuntungan yang diperoleh, terutama perawatan dan pemeliharaan lebih terjaga bahkan Nisan Aceh semakin dikenal di luar Aceh.

Dengan batu nisan itu akan menunjukan ada bukti kuat peradaban sebuah bangsa. Termasuk dengan batu nisan itu membuktikan Tanah Rencong ini pernah jaya dan jadi pusat peradaban abad 15 dan 16 masehi.

Sementara itu, Kabid Sejarah dan Nilai Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Irma Yani Ibrahim menyampaikan, sangat mendukung apa yang telah direncanakan supaya batu nisan Aceh supaya didaftarkan ke Unesco.

“Semoga batu nisan jadi warisan dunia. Jangan batu nisan dijadikan tempat ikat leumo (ikat lembu) dan batu asah parang maupun pisau,” pintanya.

Dikatakan, batu nisan Aceh begitu unik dan indah dan kekayaan dari hasil orang- orang tua dan tokoh dulu. Sehingga, generasi bisa menyaksikan saat ini sebagai sebuah peradaban.

“Batu nisan kita banyak yang sudah diteliti oleh Inggris, Belanda dan negara lain. Ini sebagai budaya kita yang harus kita pertahankan. Bukankah kadar kejayaan masa lalu. Aceh menjadi panutan dari negara di nusantara,” jelasnya. (adi/rif/iil/JPG)

Respon Anda?

komentar