Pak Dosen Ngaku sebagai tuhan

635
Sabar Nababan, seorang dosen di Universitas Mataram mengaku jadi Tuhan di Agama Angkasa Nauli (SIRTU/LOMBOK POST/JawaPos.com)

batampos.co.id – Sabar Nababan, dosen Fakultas Teknik, Universitas Mataram mengaku telah diangkat jadi tuhan.

Bahkan untuk membesarkan agama yang bernama Angkasa Nauli itu Sabar Nababan tengah menyiapkan kitab suci yang disebut dengan “Kebenaran”.

Tak ayal ulah pria kelahiran 13 Juli 1971 Kabupaten Dairi, Sumatera Utara (Sumut) ini mendapat beragam respons dari netizen, setelah dirinya mengenalkan agama itu di media sosial (medsos) Facebook. Mulai dari ada yang jengkel, mencaci maki, hingga menjadikannya bahan lelucon.

Saat ditemui Lombok Post (Jawa Pos Group), Sabar baru saja selesai mengajar mata kuliah Matematika Lanjut dan rangka listrik kepada mahasiswanya.

Sabar Nababan menuturkan, latar belakang pendirian agama Angkasa Nauli adalah karena dia merasa bisa bicara dengan para roh, termasuk roh tuhan.  Mulai dari roh Tuhan Jahowa, Tuhan Allah kristen, roh kudus, Nabi Muhammad, dewa-dewa hingga setan dan iblis.

Dia bisa bicara jarak jauh di dalam hati, sehingga dia tidak perlu komat kamit bicara dengan mereka. Menurutnya, banyak dogma dalam agama Kristen Protestan yang salah, sehingga dia mengusulkan hal itu melalui buku berjudul “Bicara dengan Tuhan, Nabi dan arwah” kemudian dikirim ke petinggi-petinggi gereja di seluruh Indonesia.

Tapi tidak ada yang menanggapi, akhirnya dipublikasikan ke facebook baru kemudian banyak yang menanggapi, dan menghujat dirinya. Terakhir pada hari Jumat tanggal 17 Maret lalu, Sabar berdebat dengan Pendeta HKBP Binsar Olan Nababan, pendeta itu memintanya tidak mengobok-obok dogma agama kristen.

Pria yang pernah menepuh pendidikan S2 di Universitas Gadjah Mada (UGM) diminta keluar dari agama Kristen Protestan dan membuat agama sendiri. Sebab jika tetap melakukannya maka akan diancam dengan penistaan agama.

Alhasil pria yang batal lulus di S3 di Thailnad  merenungi hal itu dan mengaku berkonsultasi ke Tuhan Jahowa sekitar setengah jam. Hingga akhirnya dia mendapat ilham untuk mendirikan agama baru.

”Makanya langsung saya deklarasikan itu, hari itu,” katanya.

Sejak saat itu, dia merasa sudah bukan orang Kristen lagi, karena sudah punya agama baru, yakni Angkasa Nauli yang dogma-dogmanya sudah dipublikasikan di facebook.

Dia menjelaskan, nama Angkasa Nauli diambil dari campuran bahasa Indonesia dan batak, Angkasa artinya ruang angkasa tempat surga, sedangkan Nauli dari bahasa batak artinya yang bagus. Dengan itu, fondasi agama tersebut sangat jelas, sebab surga baginya ada di angkasa.

“Kita hidup di dunia ini paling hanya 100 tahun, tapi kita akan kekal di angkasa,” katanya.

Salah satu visi agama Angkasa Nauli menurutnya adalah menjadikan agama Nauli menjadi pengakses terbesar ke luar angkasa. Sementara salah satu misi Angkasa Nauli adalah menjadi agama pertama yang disukai Tuhan Jahowa diantara agama-agama serumpun di dunia.

Sebab dia bisa bicara langsung dengan Tuhan Jahowa seperti seorang nabi.

“Tapi saya bukan nabi, tapi sudah diangkat menjadi Tuhan,” katanya.

Sabar mengaku penawaran menjadi Tuhan itu diterima sejak tahuan 2012, saat itu ia diminta puasa juru selamat selama 31 hari. Tapi saat itu ia menolak, kemudian ditawarkan terus sehingga akhirnya ia menerima. Sejak saat itu, roh dalam tubuhnya ada di angkasa, tapi masih terhubung dengan roh di bumi.

”Saya bilang begini, kehendakmulah yang jadi,” katanya dalam logat khas batak. (*/SIRTUPILLAILI/iil/JPG)

Respon Anda?

komentar