Asep Nana Suryana. Foto: Yusnadi/batampos.

batampos.co.id – Direktur BUMD Asep Nana Suryana meminta penangguhan pemanggilan selaku tersangka hingga Senin (27/3) depan. Mangkirnya Asep pada pemanggilan pertama pada Senin (20/3) lalu, dengan alasan masih ada pekerjaan di BUMD Tanjungpinang yang harus diselesaikan.

Hal ini dibenarkan Kuasa Hukum BUMD dan Asep, Urip Santoso. “Kami akan kooperatif kok, dan akan datang,” katanya saat dihubungi Batam Pos, Selasa (21/3).

Ia mengatakan bahwa pihaknya meyakini, segala yang dituduhkan ke mantan politisi Partai PDI tersebut tak benar. Karena ia mengungkapkan, Asep sudah bekerja di BUMD sesuai dengan aturan yang ada.

“Tak mungkin receh-receh begitu (dimainkan,red),” ungkapnya saat ditanya mengenai aliran uang pungli Slamet ke Asep.

Walau begitu, Urip mengatakan pihaknya menghormati proses hukum yang berlangsung. Ia mengatakan akan mengungkapkan fakta-fakta yang ada di persidangan nanti. “Tak mungkin kami sampaikan sekarang, nantilah,” tuturnya.

Sementara itu Kuasa Hukum Slamet tersangka pertama pungli pasar Bintancenter, Wirman Saputra menanggapi penetapan tersangka Asep. Ia mengatakan bahwa tentunya pihak kepolisian, memiliki bukti yang cukup kuat. “Pastinya,” ungkapnya.

Saat ditanyakan Slamet sebagai bawahan, melakukan tindakan pungli ini berdasarkan suruhan atasan atau inisiatif sendiri. Wirman enggan menjelaskan secara gamblang. “Ada korelasi penangkapan pak Asep, coba ditanyakan ke penyidik. Pasti terbuka semuanya,” ujarnya.

Ia mengatakan ke depan pihaknya, akan menekan faktor bahwa Slamet adalah bawahan. Dimana ada tekanan psikologis, sebagai bawahan. “Tentu bukan saya, nanti akan bicara psikiater,” ucapnya.

Namun mengenai pengakuan Slamet tentang aliran uang ke Asep tersebut. Wirman yang diketahui mendampingi Slamet selama BAP berlangsung, enggan berkomentar. “Mohon maaf, kami belum bisa bicara tentang itu di media. Kami akan ungkapkan semuanya di pengadilan,” ungkapnya. (ska)

Respon Anda?

komentar