Wajah Pasar Induk Jodoh

batampos.co.id – Pemko Batam mulai mengelola Pasar Induk Jodoh dengan sistem pinjam pakai. Wacana ini disepakati setelah adanya pertemuan Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Lainnya BP Batam yang berkunjung ke Pemko Batam terkait pembahasan pengelolaan Pasar Induk Jodoh, Senin (20/3) kemarin.

“Kita pakai dulu lah, tak harus tunggu serah terima,” kata Wali Kota Batam, Rudi, Selasa (21/3/2017).

Menurut Rudi, sambil menunggu proses hibah selesai, pemko bakal mengelola Pasar Induk Jodoh dengan status pinjam pakai. Terkait anggaran membangun ulang pasar induk, ia sepenuhnya menyerahkan ke pemerintah pusat. Sementara anggaran penunjang dari APBD masih dibicarakan dengan DPRD Kota Batam.

“Belum ada perkiraan, butuh sebanyak-banyaknya. Kita juga masih bicarakan dengan DPRD,” kata Rudi.

Asisten Pemerintahan Kota Batam, Syuzairi mengakui kalau aset ini memang belum bisa diserahkan ke Pemko. Hal ini perlu persetujuan banyak pihak dan memakan waktu yang lama. Alhasil, Pemerintah menerima serah terima tersebut, dengan tujuan pemanfaatan kembali pasar induk untuk masyarakat.

“Minggu-minggu ini selesai. Kalau yang lama, perjanjian pemakaian setiap dua tahun sekali. kalau yang baru ini kita belum tahu,” kata Syuzairi.

Menurut dia, pasar induk merupakan aset negara. Jadi siapapun pemiliknya, selama difungsikan untuk masyarakat, harusnya tak ada yang dipermasalahkan. Akan lebih parah kalau tidak dimanfaatkan. “Mungkin bahasa lebih baiknya, aset Kemenkeu, dialihkan ke Pemko. Bukan BP ke Pemko,” terangnya.

Syuzairi menilai idealnya aset ini benar-benar diberikan ke Pemerintah Kota, bukan lagi pijam pakai. Sehingga ketika berkaitan dengan penganggaran tak menimbulkan masalah kedepannya. “Supaya tak ada standar ganda. Sedangkan administrasi ketatausahaan juga lebih mudah,” sebut dia. (rng)

Respon Anda?

komentar