batampos.co.id – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo bersama istri Iriana Jokowi kembali berkunjung ke Batam, Kamis (23/3) hari ini.

Orang nomor satu di Indonesia ini datang untuk meninjau progres pembangunan Waduk Seigong di Galang dan membagikan kartu “sakti” kepada 1.467 warga Galang.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat  Kota Batam, Hasyimah mengatakan, kartu “sakti” dari Jokowi itu ada tiga macam.

Pertama, Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk 132 penerima.

Kedua, Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk 807 siswa.

Ketiga, Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) untuk 528 keluarga yang masuk dalam Program Keluarga Harapan (PKH).

Juga akan ada  Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

“Penerima kartu dan program tersebut mereka yang telah terdaftar di Kementerian Sosial. Secara simbolik diserahkan langsung oleh Pak Presiden,” ujarnya, Rabu (22/3).

Hasyimah menyebut untuk PKH, diberikan di tiga kelurahan yakni, Rempangcate, Sijantung, dan Sembulang, Kecamatan Galang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin menambahkan KIP merupakan program dari pusat. Pemerintah Kota hanya mendata anak yang berhak menerima bantuan KIP tersebut. Penerima KIP diprioritaskan siswa yatim atau piatu, dan masuk dalam kategori miskin. “Mereka yang membutuhkan itulah yang kami usulkan,” kata Muslim.

Muslim menyebutkan KIP dibagikan ke sekolah dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan SMA sederajat. “Setiap bulan mereka mendapatkan bantuan berbeda- beda. Untuk SD siswa diberikan bantuan sebesar Rp 450 ribu, SMP Rp 750 ribu, dan SMA Rp 1 juta,” sebut Muslim.

* Pembangunan Waduk Seigong Sudah 20 Persen

Sementara itu, pembangunan waduk Seigong di Galang terus digesa. Pantauan Batam Pos, Rabu (22/3) waduk yang terletak di Kelurahan Sijantung, Kecamatan Galang, pembangunannya baru 20 persen.

“Masih belum apa-apa ini, baru sekitar 20 persen lebih. Pengerjaan baru sebatas penggalian dasar untuk pembangunan bendungan dan penyediaan material seperti batu dan lain sebagainya,” ujar Arifin, pengawas proyek dari PT Wijaya Karya (Wika) di depan pos masuk lokasi proyek pembangunan bendungan, Rabu (22/3).

Meskipun baru permulaan, namun proyek dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dijadwalkan akan rampung dan bisa dimanfaatkan tahun 2018 mendatang. Pembangunan bendungan tersebut merupakan upaya pemerintah pusat untuk menjamin ketersediaan pasokan air bersih bagi warga Batam dan pulau-pulau sekitarnya.

Sejauh ini pembangunan bendungan berjalan lancar adanya dan pihak pelaksana proyek yakni PT Wika (persero) dan PT Tunas Krida Utam-Kso terus ngebut menyelesaikan proyek yang menjadi perhatian pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla.

Sesuai isi tulisan pada plang proyek yang ada di bagian depan, pembangunan bendungan Seigong ini merupakan proyek dari Kementerian PU dan Perumahan Rakyat dengan biaya sebesar Rp 238,44 Miliar. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Wika dan Tunas Krida dengan jadwal 1.440 hari kalender kerja dan masa kerja yang telah terlewati sebanyak 360 hari. Anggaran proyek tersebut dari APBN tahun 2015 hingga 2018 mendatang.

Aktivitas di proyek itu hingga kemarin masih tetap seperti biasa. Para pekerja tampak sibuk bekerja seperti biasa. Beberapa alat berat dikerahkan untuk membereskan jalan masuk ke lokasi bendungan untuk menyambut rombongan presiden. Jalan masuk yang belum tersentuh aspal diratakan oleh pihak proyek tersebut.

Spanduk dan umbul dengan berbagai tulisan juga dipasang di sepanjang jalan masuk ke dalam lokasi bendungan. Jarak lokasi proyek bendungan dengan jalan utama Trans Barelang sekitar 500 meter.

Begitu juga pengamanan dari aparat keamanan Polri dan TNI sudah dimaksimalkan sejak pagi kemarin. Lokasi jalan masuk hingga ke dalam kawasan proyekpun sudah diawasi dengan ketat oleh petugas keamanan.

Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono membenarkan waduk Seigong dibangun oleh Dirjen Sumber Daya Air dan pengelolaannya akan diserahkan kepada BP Batam. Pembangunannya diprediksi selesai pada 2025.

Waduk ini masuk bertipe medium dengan luas genangan mencapai 355 hektar. Panjangnya mencapai 1.280 meter. Dengan luas dan panjang tersebut, waduk ini mampu menampung air baku hingga 12 juta meter kubik. Volume penyediaan air bersihnya mencapai 400 liter perdetik.

“Pembangunan waduk ini merupakan langkah efektif daripada desalinasi air laut.” ujar Andi.

Sistem pengelolaan air dengan membangun waduk baru memang sangat penting di Batam mengingat pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi.

Saat ini Batam punya delapan waduk, namun hanya enam yang bisa beroperasi optimal, karena Waduk Baloi dan Waduk Sei Harapan sudah kritis. Bahkan dam baloi sudah dialokasikan ke pihak ketiga, meski ini masih berpolemik.

Pembangunan waduk ini merupakan langkah cepat mengingat 4 tahun lagi masa kerjasama konsesi pengelolaan air dengan PT Adhya Tirta Batam (ATB) akan selesai. Sehingga pengelolaan air dan limbah akan kembali ke BP Batam.

* Warga Tagih Janji BP Batam
Sementara itu, sejumlah warga yang mengaku pemilik lahan yang kena dampak pe?mbangunan proyek Waduk Seigong menagih janji BP Batam untuk memberikan ganti rugi. Hingga saat ini belum ada kepastian besaran ganti rugi dan waktu pembayaran, meski sudah beberapa kali bertemu.

“Terakhir kami ketemu di Kantor Ditpam, Baloi. Yang menerima Direktur Pengamanan BP Batam, Budi Santoso,” kata Andar Napitupulu, salah satu perwakilan warga yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Budi sendiri mengaku masih menunggu Peraturan Kepala (Perka) BP Batam mengenai besaran ganti rugi yang sesuai dengan kondisi sekarang.?

?

Namun menurut Andar, hingga saat ini, BP Batam sudah melewati waktu yang dijadwalkan untuk memberikan kepastian mengenai besaran ganti rugi.

?
“Kami masyarakat kecil meminta perhatian Pak Jokowi dalam masalah ini. Kami  mendukung proyek pemerintah dalam membangun Waduk Seigong tapi perhatikan juga nasib kami yang kena dampak,” kata Andar. (eja/leo/cr13)

Respon Anda?

komentar