batampos.co.id – Masih ingat kasus penyelundupan 26 kg sabu yang disimpan dalam lukisan Bunda Maria dari Taiwan ke Batam kemudian diteruskan ke Jakarta? Ternyata kasus ini mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Batam siang tadi, Kamis (23/3/2017).

Dalam sidang itu berdasarkan dakwaan jaksa, terdakwa Raden Novi Prawira Jaya alias Novi (WNI) dan Hung Cheng Ning alias Tony Lee (WNA) Taiwan, memanfaatkan jasa pengiriman resmi dari Taiwan hingga ke Jakarta.

Jaksa penuntut umum (JPU) Samuel Pangaribuan mengungkapkan, dua keping lukisan Bunda Maria yang dikirim Mike Lin alias Jackie dari Guang Zhou, Cina, November 2016 lalu.

“Pengiriman dua lukisan itu ditujukan kepada Badrus (DPO) di Makasar, dan kepada terdakwa Raden Novi di Jakarta,” ujar Samuel.

Ia menjelaskan, proses pengiriman kedua lukisan tersebut dari Cina ke Indonesia melalui beberapa perusahaan kargo yang memiliki rute pengiriman yaitu, dari Cina ke singapura, kemudian dari Singapura ke Batam, dan selanjutnya dikirim ke Jakarta melalui PT Weisheng cabang Jakarta.

Saat lukisan tiba di Batam dan diteruskan ke Jakarta melalui kargo Bandara Hang Nadim, tampak dalam pemeriksaan X-Ray adanya tampilan yang mencurigakan di kedua lukisan tersebut. “Diperiksa lebih lanjut, ditemukan 33 paket sabu dalam lukisan kode YC-369/IND dan 31 paket sabu di lukisan kode YC-370/IND. Totalnya mencapai 26.693 gram atau 26,7 kilogram sabu,” pungkasnya. (nji)

Respon Anda?

komentar