Rumah Adat Tambelan yang terletak di Tanjungpinang. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dibudpora) Bintan akan mengusulkan empat benda peninggalan sejarah di Kabupaten Bintan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Usulan itu bertujuan agar benda bersejarah itu mendapatkan registrasi nomor benda cagar budaya.

“Berkas empat benda bersejarah itu akan kami serahkan dulu kepada pak bupati (Apri Sujadi) untuk mendapatkan Surat Keputusannya (SK). Setelah itu barulah diusulkan ke Kemendikbud,” ujar Kabid Cagar Budaya dan Permuseuman Disbudpora Bintan, Aslaini ketika dikonfirmasi, Rabu (22/3).
Dalam rencana usulan itu, kata Aslaini, Disbudpora Bintan menggandeng beberapa ahli arkelogi dari dalam dan luar daerah untuk menjadi tim ahli cagar budaya milik Pemkab Bintan. Mereka adalah Fitria Arda dari Balai Cagar Budaya Batu Sangkar, DR Rita dari Balai Arkeologi Medan, Deni dari Balai Arkeologi Banda Aceh, Nurbaiti Hoesni Siam dari Akedemisi Perguruan Tinggi (PT) Stisipol Raja Ali Haji, Herry Hoesni dari Pakar Peduli Kebudayaan Bintan, dan Luki Zaiman Prawira dari Dinas Pariwisata (Dispar) Bintan.
Tugas tim ahli ini, lanjut Aslaini, menetapkan empat benda peninggalan sejarah dari 53 jenis lainnya untuk dijadikan sebagai benda cagar budaya Kabupaten Bintan. Empat benda bersejarah tersebut, sambung Aslaini, yaitu Bukit Kerang di Kampung Kawal Darat, Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang.
Berikutnya, Rumah Bercirikan Khas Melayu Asli di Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong. Dapur Arang di Kampung Seienam Laut, Kelurahan Seienam, Kecamatan Bintan Timur dan Rumah Adat Tambelan di Kelurahan Tanjungpinang Barat, Kecamatan Tanjungpinang Barat.
“Jadi tim ahli milik Pemkab Bintan inilah yang akan berusaha keras usulkan empat benda bersejarah itu sebagai cagar budaya. Semoga Kemendikbud menyetujui registrasinya tahun ini juga,” bebernya.
Ditanya jika empat usulan itu disetujui tahun ini juga, Aslaini mengaku akan menindaklanjuti akses pembangunan jalan keempat lokasi cagar budaya tersebut. Sebab keempat benda itu akan dijadikan objek pariwisata baru miliki Kabupaten Bintan maupun Provinsi Kepri.
Dengan memiliki akses yang bagus dan nyaman, masih Aslaini, wisatawan lokal dan mancanegara yang bertandang ke Bintan dan Tanjungpinang pasti berkeinginan tinggi untuk mengunjunginya. Sehingga angka kunjungan wisatawan di daerah ini akan terus meningkat.
“Inilah upaya kami untuk menjadikan daya tarik baru dibidang kepariwisataan. Dengan cara ini jugaalah kami berkontribusi dalam menarik angka kunjungan wisman ke daerah ini,” ungkapnya. (ary)

Respon Anda?

komentar