Stanislaus Woels, warga negara (WN) Singapura saat sidang dengan agenda mendengar keterangan dirinya selaku terdakwa dalam kasus kecelakaan lalulintas di Batam pada November tahun lalu. Ia disidang di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (22/3). F. Yashinta/Batam Pos

batampos.co.id – Stanislaus Woels, warga negara (WN) Singapura nekat mengendarai mobil pick up Mistsubishi Strom BP 8673 ZN dalam kondisi mabuk di jalan raya Nagoya hingga Batamcenter. Akibatnya, ia menabrak beberapa kendaraan sepanjang jalan hingga mengakibatkan kecelakaan maut.

Mirisnya, pria berusia 63 tahun ini tetap memacu kendaraan meski korban terseret puluhan meter di kolong mobilnya. Ia mencoba melarikan diri, namun gagal karena ban mobilnya tersangkut sepeda motor korban. Tak ayal, pria tua ini pun menjadi bulan-bulanan warga pada November 2015 silam.

Atas perbuatannya itu, Stanislaus duduk sebagai terdakwa dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (22/3). Dalam sidang beragendakan keterangan terdakwa, Stanislaus mengakui perbuataanya. Ia minum-minuman keras sebelum membawa mobil.

“Iya, saya minum wisky jalan dari Nagoya. Tak sadar kalau nabrak orang. Saya tidak mabuk,” kata Stanislaus di depan majelis hakim.

Stanislaus tak terlalu ingat bagaimana kejadian tersebut. Ia hanya ingat usai menabrak kemudian melarikan diri. Namun mobilnya terganjal sepeda motor korban yang ia tabrak. Saat berhenti, ia menjadi bulan-bulan warga yang marah.

“Saya tak sadar lagi. Saya takut, makanya tak berhenti. Saya tahu di rumah sakit saja,” jelas Stanislaus lagi. Usai mendengar keterangan terdakwa, sidang ditunda hingga minggu depan dengan agenda tuntutan.

Dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ari Prasetio menjelaskan perbuatan terdakwa menyebabkan korban Jerry, pengendara sepeda motor Honda Vario tewas.

Terdakwa menabrak korban setelah melawan arus di depan Kopi Raya, Batamcenter. Bahkan sebelum menabrak Jerry, terdakwa sempat menabrak beberapa mobil dari kawasan Nagoya hingga Batamcenter. Perbuataan terdakwa dijerat dengan pasal 311 UU Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 dengan ancaman 9 tahun penjara. (she)

Respon Anda?

komentar