batampos.co.id – Ramli Eko Saputra, 9, dan Muhammad Fiki, 10, siswa kelas IV SD satu atap 013 Dompak Lama, akhirnya ditemukan setelah kedua orang tua masing-masing bocah tersebut Andre Kusman, 44, dan Seli, 36, menyatakan kehilangan anaknya, Rabu (22/3) siang, karena khawatir diculik orang. Seperti isu yang berkembang tentang penculikan anak, yang belakangan ini ramai diberitakan belakangan ini.

Ditemui di rumahnya di Sungai Sudip, Dompak. Andre mengatakan sebelum anaknya ditemukan, dirinya khawatir anaknya itu diculik orang. Sebab, tidak pulang ke rumah selama dua hari. Dirinya dan warga pun telah mencari kemana-mana untuk mengetahui keberadaan Ramli dan Fikri.

“Fiki dan Ramli tidak pulang ke rumah karena bersembunyi di tempat warung internet (warnet). Padahal kami sudah cari kemana-mana,”ujarnya, Kamis (23/3) siang.

Dikatakan Andre, dirinya sudah berkali-kali mengingatkan anaknya agar langsung pulang ke rumah setelah jam belajar di sekolah selesai. Memang, diakuinya, anaknya tersebut jarang pulang ke rumah, kecuali perutnya lapar.

“Namun, dua hari terakhir setelah ditunggu-tunggu tak kunjung pulang. Dijemput di sekolah sudah tidak lagi. Mereka berdua (Ramli dan Fikri) pergi saat sudah pulang sekolah,”katanya.

Kedua anak itu, sambung Andre, tidak pulang ke rumah karena mencuri uang perpustakaan sekolah sebanyak Rp 450 ribu. Kemudian, keduanya bersembunyi main di warnet. “Tidak pulang ke rumah, karena uangnya masih ada ditangan mereka,”terang Andre.

Sementara itu, ayah Rami, Seli, menambahkan sekarang ini banyak terdengar aksi penculikan anak. Maka dari itu ia pun khawatir jika anak lelakinya itu diculik orang. Namun, untungnya ada warga yang melihat anaknya tersebut berada di kawasan batu 10.

“Khawatirnya itu dia diculik orang. Soalnya kan marak pemberitaan penculikan anak,”ujar Seli.

Untungnya, Kamis (23/3) sekitar pukul 15.00 WIB. Fikri yang ditemukan di kawasan batu 10 langsung dibawa pulang oleh warga. Yang mana selama tidak pulang ke rumah, dirinya tidur di rumah temannya. Orang tuanya pun merasa lega melihat anaknya sudah pulang kerumah dalam kondisi sehat.

“Alhamdulillah sudah ditemukan dua-duanya dalam kondisi sehat waalfiat,”,ucap Andre.

Anggota Komisi I DPRD Tanjungpinang, Rahma, yang mendengar kabar adanya anak hilang pun langsung mendatangi rumah orang tua kedua bocah itu. Ia pun mengimbau kepada masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya. Dia menuturkan, sekarang ini banyak beredar informasi penculikan anak kerap terjadi di mana-mana. Sebelum ditemukan, Rahma juga khawatir terhadap Fiki dan Ramli menjadi korban penculikan.

“Sekarang kan lagi trending topik kasus penculikan anak, untuk itu saya harap semua lapisan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama orangtuanya masing-masing,”ujar Rahma di rumah Andre.

Rahma juga prihatin dengan lemahnya pengawasan Pemko Tanjungpinang terhadap warnet yang beroperasi selama 24 jam. Untuk itu, kata dia, pemerintah harus segera menertibkan warnet-warnet nakal yang beroperasi selama 24.

“Kami sangat menyayangkan warnet dijadikan tempat anak-anak untuk bermain. Pemda harus segera menertibkan warnet nakal itu,”pungkasnya.(ias)

Respon Anda?

komentar