batampos.co.id – Keinginan masyarakat Seipelenggut untuk memiliki gedung sekolah baru bakal terwujud. Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 08 yang dibangun oleh pemerintah provinsi Kepri mulai dibangun. Gedung sekolah tersebut dibangun diatas lahan seluas satu hektare yang disediakan oleh pihak pengembang perumahan Rexvin Green Park di belakang kaveling Bukit Melati, Seipelenggut, Sagulung.

Peletakan batu pertama pembangunan gedung sekolah itu dilakukan oleh gubernur Kepri Nurdin Basirun dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Arifin Nasir, Rabu (22/3) sore.

Arifi Nasir dalam laporannya menuturkan, pembangunan gedung sekolah baru tersebut merupakan upaya dari pemerintah provinsi Kepri untuk mengatasi kekurangan sekolah di Kepri secara umum. “Tahun ini ada sepuluh sekolah (SMA/SMKN) yang dibangun, termasuk SMKN 8 ini dengan total anggaran sekitar Rp 17 miliar,” ujarnya.

Kesepuluh sekolah itu diantaranya SMKN 8 Batam, SMAN 18 Batam, SMAN 19 Batam, SMAN 21 Batam, SMAN 22 Batam, SLBN Lingga, SMAN Karimun dan SLBN Tanjung Batu, Kundur. “Dua lagi di Tanjungpinang, SMKN dan SMAN masing-masing dua lantai juga,” ujar Arifin.

Anggaran yang dikucurkan untuk tahap awal masing-masing sekolah sebesar Rp 1,5 miliar dan terget Pemprov tahun ajaran baru nanti sekolah-sekolahg tersebut sudah bisa ditempati. “Kasian anak-anak kita masih banyak yang numpang belajar meskipun ada yang mau tamat, jadi ini akan kami kebut agar tahun ajaran baru nanti bisa dipakai meskipun belum rampung semuanya,” terang Arifin.

Untuk SMKN 08 sendiri kata Arifin merupakan satu-satunya SMKN di Kepri yang fokus pada jurusan farmasi.”Ini istimewah karena satu-satunya SMKN Farmasi yang ada di Kepri. Selama ini memang sudah ada tapi masih SMK swasta,” ujarnya.

Karena keistimewaan jurusan SMKN tersebut, maka peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan unit sekolah baru (USB) di Kepri tahun 2017 ini dilakukan di SMKN 08 tersebut.

Untuk tahap awal rencananya SMKN 08 ini rencananya akan dibangun enam ruang kelas atau rombongan belajar (Rombel) dengan gedung bertingkat. “SMKN 08 ini rencananya akan secepatnya diselesaikan dan PPDB tahun ini sudah bisa terima siswa baru, tapi tak bisa banyak-banyak bapak ibu, karena masih terbatas lokalnya,” ujar Arifin lagi.

Nurdin Basirun dalam arahannya menegaskan pembangunan USB-USB tersebut merupakan komitmen pemprov Kepri untuk mengatasi persoalan kekurangan lokal ataupun gedung sekolah di Kepri khususnya di Batam selama ini. “Ini tanggung jawab besar kita semua bapak-ibu. Tak tega kita, kalau anak-anak harus belajar numpang ataupun double shift, tak maksimal belajar anak,” ujar Nurdin.

Untuk itu dalam tiga tahun kedepan sambung Nurdin, pemprov Kepri akan berupaya keras menyelesaikan persoalan kekurangan sekolah ataupun lokal tersebut. “Target kita tiga tahun kedepan anak-anak tak lagi numpang belajar atau belajar double shift,” ujarnya.

Selain menambah USB tersebut, pemprov Kepri tahun 2017 ini kata Nurdin juga menambah 96 ruangan kelas baru (RKB) di kota Batam. “Ada juga penambahan RKB, jadi target tiga tahu kedepan full day school sudah bisa diterapkan semua. Pendidikan sangat penting karena itu investasi yang berharga untuk kemajuan kita semua bapak-ibu,” ujar Nurdin.
Meskipun demikian Nurdin juga tetap menghimbau agar tidak semua warga memaksakan anaknya untuk masuk sekolah negeri, sebab bagaimanapun jika semua anak dipaksakan masuk sekolah negeri tentu sekolah-sekolah negeri yang ada tetap tak mampu menampung semuanya. “Kalau yang mampu ya di sekolah swasta juga, jangan negeri semua ya bapak ibu,” imbaunya.

Saptono, perwakilan tokoh masyarakat Seipelenggut menyambut baik pembangunan gedung SMKN 8 tersebut. Selama ini di Seipelenggut dan Sagulung pada umumnya kekurangan gedung sekolag dan RKB masih menjadi persoalan utama setiap penerimaan siswa baru. “Kami akan jaga baik-baik sekolah ini pak. Ini kebanggaan buat kami disini, sebab selama ini memang selalu kekurangan baik gedung sekolah ataupun ruangan kelas di sini pak,” ujar Saptono. (eja)

Respon Anda?

komentar