batampos.co.id – Perusahaan galangan kapal PT Sumber Marine Shipyard, Tanjunguncang, Batam, akan meluncurkan MV Iriana hari ini, Sabtu (25/3). Kapal yang mengabadikan nama Ibu Negara, Iriana Jokowi, ini merupakan kapal angkut semen curah berteknologi electric propulsion pertama yang dibuat di Indonesia.

Kapal dengan kapasitas cargo 10.000 DWT ini merupakan pesanan PT Pelayaran Andalas Bahtera Baruna (ABB) Jakarta. Selain Batam (Indonesia), di Asia baru Jepang dan Taiwan yang sebelumnya telah memproduksi kapal sejenis.

Dengan teknologi electric propulsion, kapal ini lebih hemat bahan bakar minyak (BBM) dan ramah lingkungan. Sebab baling-baling kapal akan digerakkan oleh tenaga listrik yang dihasilkan dari electric motor.

“Saya bangga galangan Sumber Marine Shipyard sudah sekaliber internasional, mampu memproduksi kapal besar. Saya juga menyaksikan pemakaian bahan baku, 100 persen baja lokal produksi PT Krakatau Posco, Cilegon,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Direktorat Jenderal Industri Logam, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan, saat meninjau kapal MV Iriana di Sumber Marine Shipyard, awal bulan lalu.

Setelah diresmikan pada hari ini, MV Iriana dijadwalkan akan dikirimkan (delivery ceremony) kepada pemesannya pada Mei mendatang. Kapal dengan spesifikasi panjang 117 meter, lebar 25,5 meter, tinggi 9 meter, kedalaman ke air (draft) 6,3 meter, dan kecepatan 10 knot tersebut dikerjakan pekerja lokal.

Dalam kesempatan itu Dirjen juga memuji galangan di Batam memberi peluang lapangan kerja sangat besar. Karena membuat kapal tak bisa diotomatisasi seperti membuat telepon selules yang bisa dikerjakan oleh robot. Sedangkan membangun kapal memerlukan tenaga manusia yang juga memiliki keahlian khusus.

“Saya berjanji akan berkoordinasi dengan lembaga dan kementerian agar setiap pengadaan kapal dikerjakan di Batam. Supaya industri galangan kapal hidup kembali,” katanya.

Engineering Manager Sumber Marine Shipyard, M Subhan Fauzi, menjelaskan pembuatan MV Iriana melibatkan 800-an tenaga kerja lokal.

“Kami di Sumber Marine Shipyard siap membuat kapal-kapal dalam dan luar negeri lebih banyak lagi. Kami mohon Pak Dirjen membantu kami supaya mendapatkan order pembuatan kapal sebanyak-banyaknya,” katanya.

Dirinya meyakinkan bangsa Indonesia harus bangga, karena kapal buatan Sumber Marine Shipyard mampu bersaing di dunia internasional. “Seperti electric propulsion belum banyak negara membuatnya, tapi Sumber Marine Shipyard bisa. Keuntungannya, selain lebih irit bahan bakar dan lebih ramah lingkungan, perawatan electric motor-nya juga lebih gampang,” jelasnya.

Sementara owner PT Sumber Marine Shipyard, Haneco W. L, juga bangga pihaknya mampu menyelesaikan kapal angkut semen curah yang canggih ini. Hal ini mempertegas bahwa tenaga kerja dan galangan kapal di Batam mampu membuat kapal canggih kelas dunia.

“Yang harus kita acungi jempol pembuatan MV Iriana memakai plat baja produk lokal. Ini tentunya akan membantu industri produksi baja dalam negeri dalam kondisi ekonomi yang lesu ini. Dengan demikian efek dominonya turut menggerakkan ekonomi Indonesia,” kata Haneco.

Haneco juga sempat mengucapkan apresiasinya kepada semua pihak yang terlibat dalam proyek pembangunan MV Iriana di PT Sumber Marine Shipyard. “Berkat koordinasi dan kontribusi yang baik dari semua pihak yang terlibat dalam project ini, kecelakaan kerja dari awal sampai sekarang nol,” katanya.

Selain itu, dia menyatakan Sumber Marine Shipyard siap untuk memproduksi kapal angkut aspal curah untuk dipakai Pertamina. Kapal angkut aspal curah ini juga belum pernah dibangun di Indonesia.

“Sumber Marine Shipyard sudah menyiapkan desain-desain internasional untuk pembangunan kapal tersebut. Kalau Pertamina memberikan order kepada Sumber Marine Shipyard, kami sudah siap mengerjakannya,” ujarnya. (ash)

Respon Anda?

komentar