batampos.co.id – Ibu-ibu pantas untuk kuatir terhadap keselamatan anaknya. Pun harus kuatir dengan keselamatan suaminya.

Isu ‘penculikan’ mulai merambah om-om (pria sudah menikah). Terutama om-om tajir. Ciri-ciri target ‘penculikan’ sering bawa tunggangan roda empat, penyayang, tampan, dan tidak sungkan-sungkan menghamburkan uang. Pelaku ‘penculikan’ ditengarai janda muda, mahasiswi, bahkan siswi yang butuh kasih sayang dan topangan ekonomi.

Manado Post menjumpai salah seorang “penculik” om-om itu.

“Nggak masalah sih Ka, kalau om-omnya mau. Yang penting bisa menafkahi saya. Apalagi saya masih kuliah, paling kurang harus biayai kuliah saya,” ujar mahasiswi salah satu universitas di Manado yang tidak mau namanya disebut.

Fenomena ini diperkuat data Pengadilan Negeri (PN) Manado. Umumnya kasus perceraian dua tahun terakhir didominasi permintaan kaum perempuan. Faktor penyebab utamanya karena kehadiran ‘penculik hati’ atau wanita idaman lain (WIL).

Menurut Kabid Perdata PN Manado Fonneke Tamar SH, alasan perempuan mengajukan cerai karena perbedaan prinsip dan tidak ada kecocokan. Karena terlalu banyak pertengkaran dalam rumah tangga yang umumnya disebabkan kehadiran orang ketiga.

“Tetapi lebih lengkapnya ketika sudah dalam persidangan. Semuannya akan terungkap apa saja penyebabnya,” ungkap Tamar di ruang kerjanya.

Di tempat yang sama, Kabid Humas PN Manado Alfi Usup SH MH membeber, setiap tahun angka perceraian terus meningkat.

Umumnya yang meminta cerai juga perempuan. Paling banyak memang alasan cekcok atau pertengkaran akibat orang ketiga. Kalau akibat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hampir tidak ada.

“Iya, akhir-akhir ini hampir tidak ada. Karena itu juga sudah menyangkut pidana,” kuucapnya. (Tim MP/can)

Respon Anda?

komentar