Menghadapi Pengalaman Menstruasi

1416
Ilustrasi

batampos.co.id – Orang tua harus bersyukur karena, anak perempuan cepat atau lambat akan mengalami menstruasi.

Psikolog pendidikan dan perkembangan Universitas Airlangga Nur Ainy Fardana yang harus diperhatikan, menstruasi adalah tanda aktifnya hormon yang akan mempengaruhi keadaan tubuh.

’’Artinya kita harus mengarahkankan mereka untuk lebih bertanggung jawab dengan kebersihan diri sendiri,’’ papar perempuan yang akrab disapa Neny tersebut.

Keadaan tubuh yang berubah misalnya adalah intensitas keringat yang semakin banyak. Baunya pun semakin menyengat. Perihal ini memang sederhana, namun bisa disepelekan, bisa berdampak ke lingkungan sosial.

Neny menganjurkan para anak atau remaja perempuan untuk menjaga kebersihan tubuhnya dengan lebih serius. Misalnya, rajin membersihkan diri, setelah mandi bisa menggunakan wewangian.

Membawa tissue atau sapu tangan untuk mengelap keringat saat beraktivitas. Dalam awal masa menstruasi, janganlah takut untuk bertanya sebanyak-banyaknya pada keluarga. Khususnya ibu atau kakak perempuan.

’’Tidak usa malu, mereka pernah mengalami hal seperti itu,’’ ucap Neny.

Dalam masa awal menstruasi, anak bakal merasakan hal yang berbeda dalam hal kenyamanan. Oleh karena itu, gunakan pakaian senyaman mungkin. Bila biasanya menggunakan pakaian yang agak terbuka seperti hot pants atau rok mini, maka sebaiknya saat menstruasi menggunakan pakaian yang lebih tertutup. Supaya merasa lebih nyaman.

Tidak kalah penting, perubahan yang juga dialami adalah secara emosional. Menjadi lebih sensitif dan menganggap orang di sekitar menjadi lebih kasar. Merasa sendirian dan seolah tidak ada yang mengerti perasaan kita.

’’Yang berubah itu kalian, bukan orang di sekitar kalian. Ini wajar jadi tidak usa takut,’’ imbuhnya.

Untuk urusan emosi, lanjut Neny, sebaiknya orang tua yang lebih responsif. Sebab tidak semua anak mampu mengungkapkan perasaan mereka. Orang tua harus memposisikan dirinya menjadi tempat berlabuh anak ketika emosinya tidak stabil.

Jangan sampai anak merasa tidak nyaman dan akhirnya mencari tempat di luar sana yang lebih nyaman. Takutnya malah terjebak pada pergaulan yang buruk.

Disisi lain, pendidikan seks untuk anak memang harus dikenalkan sejak dini. Bahkan sebelum anak mengalami masa puber, pendidikan seks bisa dikenalkan. Sebab pendidikan seks tidak melulu soal hubungan intim.

Pendidikan seks yang bisa dipahami anak adalah pengenalan organ tubuh, tahapan perkembangan badan hingga konsekuensi yang diterima atas perubahan tersebut.

’’Dunia sekarang itu penuh informasi, orang tua tidak pelu menutupi. Lebih baik menjelaskannya secara runut pada anak sesuai usianya,’’ ungkap Neny. (ina/tia)

Respon Anda?

komentar