batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam berencana membangun jalan lingkar luar atau ring road yang menghubungkan Patamlestari, Sekupang menuju Jodoh, Nagoya tahun ini.

Jalan yang melingkari pusat kota ini berfungsi untuk mengalihkan sebagai arus lalu lintas.

“Iya ini salah satu cara untuk mengatasi kemacetan di Batam,” kata Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Jumat (24/3) lalu.

Amsakar mengatakan untuk pembangunan jalan ini, membutuhkan dana yang cukup besar, oleh karena itu Pemko Batam akan mencoba meminta bantuan ke pusat.

“Kalau hanya APBD pembangungan membutuhkan waktu 10- 15 tahun. Nah dengan adanya bantuan APBN kita bisa kejar pembangunan ini,” ujar mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam ini.

Pria berkacamata ini menambahkan tahun ini pemerintah akan fokus untuk mengurai kemacetan dari Sekupang ke Nagoya Jodoh jika jalan lingkar itu terwujud.

“Yang jelas tahun ini kita sudah mulai proses awal, karena anggaran terbatas pembangunan akan dilanjutkan 2018 nanti,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Kota Batam, Yumasnur mengatakan pembangunan jalan yang membentang sepanjang kurang lebih 4 kilometer itu diharapkan bisa menjadi solusi dalam mengurai kemacetan.

“Pembangunanya akan dilakukan bertahap. Saat ini kami telah meninjau lokasi yang akan dibangun,” kata Yumasnur.

Ide serupa pernah diungkap oleh BP Batam.

Kepala Badan Pengusahaan Kawasan (BP) Batam, kala itu, Mustofa Widjaja mengatakan BP akan segera membangun jalan lingkar atau ring road di Batam. Tujuannya untuk mengurai arus berbagai jenis kendaraan yang kini masih terfokus di jalan-jalan protokol.

“Kami akan bangun ring road dari Batam Center ke Nongsa, “kata Mustofa.

“Jalan lingkar luar Pulau Batam terutama Batam Centre ke Nongsa mengantisipasi terus bertambahnya kendaraan dan ancaman kemacetan arus lalu lintas,” kata Kepala BP Batam Mustofa Widjaja di Batam.

Ia mengatakan, meskipun daerah milik jalan (ROW) masih memungkinkan untuk penambahan lajur, namun jalan lingkar dibutuhkan sebagai alternatif pengendara.

“Seluruh jalan di Batam dirancang agar bisa dilebarkan tanpa melakukan pembebesan lahan. Lahannya sudah disiapkan dari awal, namun jalan lingkar juga dibutuhkan, mengingat pertumbuhan kendaraan sangat pesat,” kata dia.

Selain pada jalur pinggir pantai dari pusat pemerintahan Batam Centre-Nongsa, jalan lingkar juga akan dibangun di kawasan-kawasan lain dengan tujuan yang sama.

“Kami juga akan memisahkan jalan bagi kendaraan pribadi dengan kendaraan berat yang memuat barang-barang kebutuhan industri dengan membangun jalan tol,” kata Mustofa.

(cr17)

Respon Anda?

komentar