Pasar legendaris, Tanjung Pantun, Jodoh di potret dari Ketinggian, Selasa (14/3). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Apalagi yang kemudian hendak diharapkan dari Pasar Tanjung Pantung yang berhimpitan dengan Jodoh Boulevard?

Ketika semua fasilitas tidak serba memadai, para pedagang dan pembeli yang berkunjung ke sana pun nyaris mengomel saban pagi. Bukan tentang bau atau kotor akibat sampah yang berserakan dimana-mana. Melainkan omelan yang sangat rutin didengar setiap pagi adalah susahnya cari tempat parkir di Jodoh Boulevard.

Darmi, pedagang di Tanjung Pantun, mengaku berebut tempat parkir adalah ‘sarapan’ pagi setiap di kawasan Jodoh Boulevard.

“Harus itu. Muter-muter dulu cari tempat parkir. Padahal ini cuma mau parkir motor, ribetnya aja seperti ini. Apalagi parkir mobil,” katanya, ditemui Batam Pos, Sabtu (25/3) pagi.

Kerugian menjadi dua kali lipat bagi Darmi. Pertama, ia harus meluangkan waktu beberapa menit untuk mencari tempat parkir motornya yang mengangkut barang dagangannya.

Kerugian kedua, adalah sesuatu yang sangat terasa dalam usahanya.

“Lha kalau pembeli aja susah cari tempat parkir, ya mereka akan malas datang ke sini. Yang rugi siapa? Ya kamilah,” katanya kesal.

Di kawasan Jodoh Boulevard, persoalan parkir memang sepintas terlihat enteng, tapi sebenarnya tidak sama sekali. Wilayah parkir yang tersedia kini hanya dapat menampung sepeda motor. Itu pun sudah cukup sesak dan berimpitan satu sama lain. Sebab itu juga masih dirasa perlu adanya perluasan. Sebab jika tidak, nyaris mustahil menampung parkir kendaraan roda empat.

Beberapa mobil yang terlihat terparkir di kawasan Jodoh Boulevard, lebih banyak mengambil slot di seputaran sisi kanan-kiri ruko. Itu pun tak dapat menampung banyak mengingat hanya satu mobil saja yang bisa terparkir di sana. Sebab mesti berbagi dengan kendaraan pemilik ruko atau pun karyawannya.

“Saya ke sini pernah bawa mobil, tapi karena gak dapat tempat parkir, jadi balik lagi ke rumah. Sekarang lebih enak bawa motor, tapi itu pun gak nyaman juga parkirnya,” kata Yuni, ibu rumah tangga yang sedang berbelanja di sana.

Harapan akan wilayah parkir yang luas juga disampaikan Yuni. Menurutnya, salah satu indikasi kawasan pasar atau tempat belanja yang baik adalah dengan menyediakan kawasan parkir yang nyaman.

“Pemerintah harus mempertimbangkan hal ini,” pungkasnya. (aya)

Respon Anda?

komentar